Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Polri: Polycarpus Hanya Menyediakan Fasilitas

Sumber: Republika | Tgl terbit: Selasa, 22 Maret 2005

JAKARTA -- Tersangka kasus pembunuhan Munir, Polycarpus Budihari Priyanto, masih belum mengungkapkan siapa pembunuh Munir. Dia menolak tudingan sebagai ekskutor. Kepada polisi, Polycarpus mengungkapkan dia hanya berperan membantu dan menyediakan fasilitas saja. "Dia (Polycarpus --Red) belum bersedia membuka informasi lain menyangkut kematian munir, termasuk siapa yang memberi racun itu," kata Direktur I Keamanan Transnasional Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Pranowo Dahlan, di Mabes Polri, Senin (21/3).

Dengan pernyataan ini, polisi mengakui ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM itu. Hanya saja, Pranowo belum bisa menjelaskan. Proses pengusutan terhadap kemungkinan adanya tersangka lain, terbuka. Kepolisian memang menggunakan pasal pembunuhan terencana untuk menjerat tersangka. Polycarpus disangka terlibat dan turut serta dalam pembunuhan terencana terhadap Munir. Dia dianggap melanggar pasal 340 jo to 55 jo to 56 KHUP. Selain itu, Polycarpus juga dikenakan pasal subsider pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat.

Sesuai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pengacara Pollycarpus, Suhardi Somomoeljono mengungkapkan ancamannya adalah hukuman mati atau seumur hidup. Ancaman itu, menurutnya, tergantung pada peran Pollycarpus dalam kasus ini. Hingga kini Suhardi belum mengetahui secara pasti apa peranan kliennya dalam pembunuhan Munir sebagaimana disangkakan polisi. Sementara itu, Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menyatakan siap membantu penyidikan polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir.

Emirsyah juga menyatakan, pihaknya telah menunjuk juru bicara PT Garuda Indonesia, Pujobroto, sebagai penghubung dengan pihak terkait. Ia juga menegaskan, jika ternyata dalam proses penyidikan juga melibatkan karyawan Garuda lainnya maka ia juga akan menyerahkannya kepada yang berwajib. Emirsyah juga menemui sejumlah orang dari Kontras yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung PT Garuda Indonesia. Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB.



Kasus terkait Pembunuhan Munir 2004;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 878 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org