Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
KEGIATAN
Peringatan 14 Tahun Tragedi Mei 1998



Tgl terbit: Selasa, 15 Mei 2012

Sudah 14 (empat belas) tahun peristiwa Trisakti dan Mei berlalu dari ingatan publik namun hingga kini tidak ada itikad baik yang serius dari negara terutama Pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini melalui proses hukum sesuai dengan UU No No 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah melakukan penyelidikan terhadap dua peristiwa ini dan berdasarkan hasil penyelidikannya telah terjadi dugaan pelanggaran HAM berat. Selanjutnya pada tahun 2002 berkas hasil penyelidikan untuk Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II diserahkan kepada Jaksa Agung dan tahun 2003 berkas hasil penyelidikan untuk peristiwa Mei 1998 diserahkan kepada Jaksa Agung. Namun hingga kini hasil penyelidikan Komnas HAM masih belum ditindaklanjuti oleh Jaksa Agung ke tahap penyidikan dengan berbagai alasan, salah satunya belum terbentuk Pengadilan HAM Ad Hoc terhadap kedua peristiwa tersebut.

Atas kebuntuan proses hukum bagi peristiwa Trisakti dan Mei yang sudah berlangsung 14 tahun lamanya diperlukan sebuah upaya untuk kembali mendorong negara agar memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban. Konstitusi sudah memberikan jaminan bahwa negara terutama pemerintah yang harus bertanggungjawab dalam penegakan HAM. Berikut kegiatan yang dilakukan dalam rangka 14 tahun peristiwa Trisakti dan Mei :

I. Road Show to Justice For Trisakti (18 April 2012)

Kegiatan ini dilakukan untuk mengkampanyekan kembali dan menggalang dukungan publik bahwa kasus Trisakti yang sudah berjalan selama 14 tahun belum dituntaskan oleh negara. Kegiatan ini dilakukan pada 18 April sore, road show dimulai dari Kampus Trisakti menuju kampus Atmajaya-Blok M untuk membagi-bagikan leaflet kepada publik-Tebet dan berakhir di Tugu Proklamasi untuk menggelar malam renungan (refleksi dan doa). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 orang yang terdiri dari mahasiswa bersama KontraS.

Turut hadir dalam memberikan refleksi yakni, John Muhammad (Koordinator Aksi Trisakti 12 Mei 1998), Ibu Karsiah (Ibunda Hendriawan Sie/Korban Trisakti), Arif Priyadi (Ayahanda Wawan/korban Semanggi I), Indria Fernida (Wakil Koordinator KontraS) serta mahasiswa Trisakti dan Atmajaya. Dalam refleksinya mendorong negara agar segera menuntaskan kasus Trisakti melalui proses hukum, Jaksa Agung didesak harus segera melakukan penyidikan.

II. Aksi Mendesak Penuntasan Kasus Trisakti dan Mei di Kemenko-Polhukam dan Istana (11 Mei 2012)

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan korban dan mahasiswa atas kebuntuan penuntasan kasus Trisakti dan Mei yang sudah 14 tahun masih mandek proses hukumya di Kejaksaan Agung. Aksi ini dilakukan di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko-Polhukam) dan Istana Negara yang diikuti oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu, mahasiswa serta NGO yang tergabung dalam Suara Rakyat untuk Tragedi Mei (Surat Mei). Selain itu, aksi ini juga dilakukan teaterikal patung keadilan yang melambangkan keadilan sudah semakin jauh dari harapan korban.

III. Siaran pers bersama (12 Mei 2012)

Siaran pers ini dilakukan untuk kembali mendesak negara dan mengingatkan kembali ke publik sudah 14 tahun berlalu kasus Trisakti dan Mei, namun belum ada itikad baik dari pemerintah untuk menuntaskan kasus ini melalui porses hukum.

IV. Napak Tilas 14 Tahun Tragedi Mei (13 Mei 2012)


Napak tilas (ziarah dan doa) merupakan agenda rutin korban untuk kembali mengenang 14 tahun targedi Mei dan mendoakan kepada semua korban dalam tragedi tersebut. Selain itu kegiatan ini juga dilakukan untuk kembali mendorong negara dan mengingatkan publik agar tidak melupakan tragedi ini sekaligus dijadikan pelajaran agar di masa depan tidak terjadi kejadian serupa. Ziarah dan doa dimulai oleh Ibu-Ibu korban Mei yang tegabung dengan Paguyuban Korban Mei 1998 sekitar pukuk 08.00 di belakang Mall Citra Klender, Jakarta Timur (tempat peristiwa), para ibu-ibu korban membawa bunga tabur dan foto anaknya yang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Selanjutnya menggelar doa bersama untuk mendorong negara menuntaskan tragedi Mei dan mendoakan agar korban Mei diterima di sisi Tuhan yang maha kuasa. Setelah menggelar doa bersama di Mall Citra Klender, korban dan keluarga korban melakukan ziarah ke TPU Pondok Rango, Jakarta Timur untuk melakukan ziarah dan doa bersama.

V. Aksi Penyerahan 1257 Surat Korban Kepada Presiden melalui Wantimpres (14 Mei 2012)

Aksi ini dilakukan untuk mendesak Presiden menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu sesuai dengan prinsip hak-hak korban pelanggaran HAM berat. 1257 surat mewakili seluruh korban pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia. Sebelumnya KontraS dan korban sudah membuat surat permohonan kepada Presiden untuk menerima secara langsung surat dari korban, namun tidak ada respon dari Presiden. Bertepatan dengan 14 tahun Trisakti dan Mei, akhirnya surat tersebut dikirimkan melalui Albert Hasibuan/Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan HAM. Sekitar pukul 09.30 WIB semua perwakilan korban yang hadir berdiri di depan Istana Negara dengan membawa surat dalam bentuk parcel sebanyak 4 buah. Sebelum surat tersebut diserahkan kepada Wantimpres terlebih dahulu dilakukan teaterikal pembacaan surat korban oleh Ibu Tuti Koto (Ibunda Yani Afri/Korban Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998), Ibu Darwin (mewakili korban Mei), Bapak Tumiso (mewakili korban 1965) dan Martin (mewakili korban kekerasan di wilayah Papua). Setelah aksi teaterikal pembacaan surat semua korban yang berjumlah sekitar 50 orang berjalan kaki dari depan istana menuju kantor Dewan Pertimbangan Presiden untuk menyerahkan surat tersebut. Sesampainya di depan kantor Wantimpres, Albert Hasibuan menerima surat-surat korban untuk selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden.

VI. Pameran Melawan Lupa

Pameran melawan lupa merupakan sebuah pameran yang mengangkat tentang kejadian masa lalu, yang sampai saat ini masih belum selesai. Pameran ini menampilkan karya-karya Andreas Iswinarto yang mengangkat tentang peristiwa 1965, peristiwa Tanjung Priok 1984, peristiwa Talangsari, Lampung 1989, penembakan Triksakti, tragedi Mei 1998 dan Semanggi I dan II, dan yang lainnya. Selain itu juga pameran ini menampilkan seribu surat korban kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Pameran ini akan berlangsung dari 16 Mei - 31 Mei 2012.

 



Kasus terkait Semanggi I 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,965 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org