Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KontraS: 100 Orang Disiksa 15 Tewas Selama 2013

Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Jumat, 28 Juni 2013

Jakarta : Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) mencatat ada 100 peristiwa penyiksaan dan kekerasan yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2013. Selain menimbulkan ratusan korban luka-luka, peristiwa penyiksaan itu juga mengakibatkan banyak korban meninggal dunia.

"Tindakan penyiksaan yang tercatat 100 peristiwa. Mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 204 orang luka, dan 6 orang lain mengalami tindakan kekerasan lain seperti kejahatan seksual dan sakit dalam tahanan tanpa diberi bantuan medis," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar di kantornya, Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Haris menjelaskan, dari jumlah tersebut, Kontras menerima 17 kasus penyiksaan yang dilaporkan langsung oleh korban atau keluarganya. Haris menduga, tidak menutup kemungkinan angka di atas bisa lebih besar. Hal itu jika mengingat dari berbagai hal.

"Seperti ketutupan akses informasi untuk mendalami dugaan kasus-kasus penyiksaan. Serta banyaknya kasus yang diterima Kontras yang baru berani dilaporkan setelah lebih dari 2-3 tahun kemudian," kata Haris.

Jumlah di atas, kata dia, tidak berbeda jauh dengan hasil pemantau Kontras pada 2012. Di mana Kontras mencatat jumlah korban atas tindakan penyiksaan mencapai 243 orang dari 86 peristiwa. Sementara pada 2011 tercatat korban penyiksaan mencapai 49 orang.

Lebih jauh Haris menerangkan, pelaku tindak penyiksaan paling banyak dilakukan oleh aparat keamanan. Dengan rincian 55 aparat polisi, 10 anggota TNI, dan 35 petugas sipir menjadi pelakunya.

Pelaku dari aparat kepolisian, kata Haris, mengakibatkan 149 orang mengalami luka dan 5 lainnya meninggal dunia. Kemudian pelaku dari anggota TNI menimbulkan 10 orang mengalami luka dan 2 orang lainnya meninggal dunia. Sementara pelaku dari petugas sipir menyebabkan 45 orang mengalami luka dan 8 orang lain meninggal dunia.

"Motif penyiksaan dilakukan dengan alasan menggali informasi sebagai perantara bukan target ada 2 kasus, mengakui kejahatan ada 44 kasus, dan sebagai hukuman ada 30 kasus," urai Haris.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,179 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org