Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Tiba di Jakarta, 10 Pesepeda Syiah Ingin Sowan SBY

Sumber: TEMPO.CO | Tgl terbit: Senin, 17 Juni 2013

Jakarta- Sebanyak sepuluh orang warga Syiah Sampang datang ke Jakarta meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan langsung menyelesaikan masalah pengungsi Syiah. Mereka tiba di Jakarta, Ahad kemarin, setelah mengayuh sepeda selama 15 hari dari Surabaya

"Sudah sembilan bulan kami tinggal di GOR Sampang. Kami ingin pulang," kata Ahmad Rosid, salah satu pesepeda Syiah Sampang di kantor Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta, Senin, 17 Juni 2013.

Rosid mengatakan kedatangan bersama sembilan warga Syiah Sampang lainnya untuk sowan dan meminta Presiden SBY turun tangan menyelesaikan konflik agama di kampung mereka. Menurutnya, warga pengungsi sangat menderita. "Kami lahir dan hidup di tanah nenek moyang kami. Matipun kami ingin di sana," ujarnya.

Selama sembilan bulan di pengungsian itu, empat bayi lahir dengan penanganan seadanya. Anak-anak tidak lagi mendapat pendidikan setelah bantuan dihentikan Pemerintah Daerah. Bahkan, kata Rosid, jika ingin mandi harus menunggu hujan dulu karena pasokan air tak diberi.

Mujadin, warga lain, menjelaskan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo telah memutuskan relokasi sebagai solusi konflik Syiah Sampang. Namun warga Syiah menolak dan tetap ingin pulang ke kampung halamannya. Warga Syiah meminta kepada presiden untuk dijamin dan dilindungi dan keamanannya. "Hanya itu yang saya minta pada presiden sebagai bapak bagi saya," tuturnya.

Ia menjelaskan Bupati setempat juga tidak pernah datang menjenguk warga di GOR Sampang, walau tempat tinggalnya hanya berjarak 100 meter.

Mujahid mengatakan para istri rombongan pesepeda berpuasa dan mendoakan suaminya yang berangkat ke Jakarta agar bisa bertemu Presiden SBY. Para suami diminta tidak pulang ke Sampang sebelum Presiden memenuhi janjinya untuk mengatur kepulangan mereka ke kampung asal.

Warga Syiah Sampang sampai di Jakarta pada hari Minggu,16 Juni setelah bersepeda dari Surabaya selama 15 hari. Tujuan mereka ingin bertemu dengan presiden SBY untuk menyerahkan surat tuntutan minta pulang dan menolak relokasi. Selain itu mereka juga akan bertemu Mendagri, DPR RI, Kemenag, KPAI, Komnas HAM dan Lembaga terkait.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,177 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org