Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras Akan Kroscek Bantahan Polda Sulselbar

Sumber: OKEZONE.COM | Tgl terbit: Senin, 17 Juni 2013

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) akan mengecek bantahan Polda Sulselbar yang menyatakan kasus Ruben adalah rekayasa dan adanya penyiksaan saat melakukan pemeriksaan.

Koordinator Kontras Jawa Timur, Andy Irfan, mengatakan, pengecekan itu sekaligus untuk menguji berkas milik Ruben terkait kasus ini.

"Jika benar, maka tuntutan bisa diarahkan ke Mahkamah Agung untuk membatalkan vonis mati yang telah dikeluarkan sebelumnya," kata Andy Irfan, Senin (17/06/2013).

Andy memperkirakan, proses advokasi yang dilakukan Kontras akan berlangsung hingga dua pekan ke depan.

Dia akan mendampingi keluarga Ruben Pata Sambo, putri bungusnya Yuliani Anni dan pembina rohani Ruben, Andreas Nurmandala Sutiono, ke Jakarta Selasa besok ke beberapa instansi seperti Mahkamah Agung, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung.

Ruben Pata Sambo (72) warga Jalan Merdeka No.96 Buntu Mamullu, Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengaku menjadi korban salah tangkap dan telah divonis mati bersama putranya Markus Pata Sambo.

Keduanya diputus bersalah di Pengadilan Negeri Makale karena membunuh 4 anggota keluarga Andarias Pandin pada 25 Desember 2005. Dua nama tersebut ditetapkan bersama dengan 6 terpidana lain yang divonis bersalah pada kasus yang sama.

Namun, pada tahun 2006, Agustinus Pata, salah satu terpidana membuat pernyataan tertulis dan mengakui bahwa dirinya yang melakukan pembunuhan tersebut. Agustinus juga menyatakan jika Ruben Pata Sambo dan Markus Pata Sambo tidak bersalah.

Anehnya, upaya hukum yang ditempuh Ruben dan Markus di Pengadilan Tinggi di Makassar, Kasasi di MA dan PK di MA tidak membuahkah hasil. Ruben dan Markus kini masih mendekam di penjara yang berbeda. Ruben di Lapas Lowokwaru malang, dan Markus di Lapas Porong, Sidoarjo. Keduanya menunggu eksekusi hukuman mati. 



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,176 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org