Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Dibantah, Penyiksaan terhadap Terpidana Mati Ruben

Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Minggu, 16 Juni 2013
MAKASSAR; Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar) membantah jika ada penyiksaan dan paksaan terhadap tersangka Ruben beserta anaknya dalam penyidikan kasus pembunuhan satu keluarga di Toraja pada akhir tahun 2005 silam.

Setelah muncul pemberitaan di media yang menduga Ruben Pata Sambo yang telah mendapat vonis mati adalah bukan pelaku ataupun otak pembunuhan, Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulselbar langsung membentuk tim investigasi. Tim tersebut terdiri dari Propam, Intelijen, dan Reserse Kriminal Umum (Reskrimum).

Berdasarkan hasil investigasi itu, tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh aparat di Polres Tana Toraja yang menangani kasus ini.

"Semua sudah sesuai standar operasional prosedur (prosedur operasi standar), di mana tidak ada pelanggaran yang ditemukan seperti penyiksaan dan pemaksaan dituduhkan Ruben kepada Polres Tana Toraja. Bagaimana mungkin Ruben disiksa dan dipaksa, sedangkan dia didampingi terus oleh beberapa pengacaranya," kata Irwasda Polda Sulselbar Komisaris Besar Perwadi, Minggu (16/6/2013).

"Berkas perkara dan para tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Makale serta telah dilakukan persidangan pada semua tingkatan pengadilan mulai dari pengadilan negeri (PN), pengadilan tinggi (PT), Mahkamah Agung (MA), dan peninjauan kembali (PK) yang mendapatkan putusan," sambung Perwadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi mengatakan, tersangka Ruben sejak awal tidak mau mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap Andarias Pandin (38) beserta istri, Martina La'biran (33), dan anaknya, Israel (8).

Namun, hasil penyidikan terhadap para eksekutor menunjukkan, Ruben yang membuat perencanaan pembunuhan terhadap Andarias.

"Memang sih, sejak awal hingga kini Ruben tidak mau mengakui telah membunuh Andarias, istri, dan anaknya. Tapi berdasarkan penyidikan dan vonis peradilan dari tingkat PN, PT, MA, dan PK, Ruben Pata Sambo memang bukan pelaku pembunuhan. Namun terbukti selaku intelektual dader (menyuruh melakukan)," ungkap Endi.

Tentang dugaan adanya penyiksaan, penganiayaan, dan pemaksaan yang dilakukan penyidik Polres Tana Toraja, Endi dengan tegas membantahnya. Pemeriksaan para tersangka dilakukan oleh tim, sementara para tersangka didampingi penasihat hukum, dan berita acara pemeriksaan (BAP) pun ditandatangani Ruben.

"BAP, selain ditandatangani oleh para tersangka, juga ditandatangani oleh penasihat hukumnya," ungkapnya.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,270 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org