Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Peradi dan Kontras Siap Advokasi Buruh Pabrik Kuali Tangerang

Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Kamis, 09 Mei 2013

Jakarta : Praktik perbudakan terhadap 34 buruh pabrik kuali di Tangerang milik tersangka Yuki Irawan menuai perhatian semua pihak. Bahkan, langgengnya praktik perbudakan itu diduga karena adanya beking dari oknum Polisi dan TNI.

"Peradi bersama Kontras, akan ambil bagian dalam memulihkan hak-hak keperdataan dari para buruh dengan melakukan gugatan-gugatan perdata terhadap pengusaha pabrik, sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Pengurus Departemen Hak Asasi Manusia (HAM) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Rivai Kusumanegara di Jakarta, Rabu, (8/5/2013).

Selain itu Rivai, juga mendorong penyidik agar menjerat para tersangka kasus perbudakan, eksploitasi, dan penganiayaan itu dengan sejumlah pasal undang-undang (UU) khusus, seperti UU Pemberantasak Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Perlindungan Anak, dan UU Ketenagakerjaan.

"Itu perlu diterapkan, sehingga para pelaku perbudakan dan penyiksaan buruh pabrik di Tangerang itu, dapat diancam dengan hukuman yang maksimal," jelas dia.

Pihaknya juga meminta proses penyidikan ditangani Polda Metro Jaya, sehingga penyidikan dapat dilakukan secara proporsional dan profesional, serta menghindari subjektifitas penanganan perkara. Hal ini lantaran adanya dugaan kedekatan antara oknum aparat setempat dengan pelaku atau pemilik pabrik kuali tersebut.

Peradi meminta oknum-oknum aparat yang menjadi kolega pelaku Yuki ditindak. Kendati pihaknya sangat menyayangkan atas terjadinya kasus saat buruh tengah memperjuangkan peningkatan kesejahteraan pada aksi May Day beberapa waktu lalu.

"Ini ironi yang sungguh tragis bernama perbudakan terjadi di sebuah pabrik pengolahan aluminium di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten," ucapnya. 

Rivai menambahkan, keberhasilan Polda Metro Jaya dan Polres Tigaraksa yang bekerja sama dengan KontraS membongkar kasus ini, tentu patut diapresiasi. Namun demikian, penegakan hukum atas kasus tersebut haruslah tuntas agar memberikan efek jera.

"Kiranya keadilan akan tercipta bagi para korban dengan penghukuman yang setimpal atas perbuatan pengusaha yang sungguh melampaui batas perikemanusiaan tersebut," pungkas Rivai.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 583 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org