Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Perlakuan Densus 88 atas Tersangka Teroris Menuai Kecaman

Sumber: VOAINDONESIA.COM | Tgl terbit: Selasa, 05 Maret 2013

JAKARTA â?? Video yang dikecam ini memperlihatkan beberapa tersangka teroris â?? menggeliat di tanah dengan kedua tangan terborgol di belakang punggung â?? dicaci-maki dan disiksa secara fisik oleh anggota detasemen khusus kontra-terorisme
Densus 88.

Menanggapi kebrutalan dalam video itu, beberapa organisasi Islam paling berpengaruh di Indonesia telah mendesak agar satuan anti-teror itu dibubarkan.

Petikan video itu diduga diambil di Poso â?? Sulawesi Tengah, yang juga menjadi lokasi operasi anti-teroris yang memicu kecaman keras dari KOMNAS HAM.

Ini bukan pertama kalinya Densus 88 dituduh melakukan strategi-strategi mudah melepaskan tembakan, pelanggaran HAM dan pembunuhan di luar hukum.

Haris Azhar â?? koordinator KONTRAS â?? organisasi HAM yang telah menyelidiki dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 di Poso, Maluku dan Sumatera.  Ia mengatakan satuan polisi kontra-terorisme itu perlu menjawab banyak hal.

“Densus 88 telah melakukan banyak penyiksaan, pembunuhan di luar hukum dan juga pelecehan sewenang-wenang.  Menurut saya â?? hampir dalam 10 tahun terakhir ini,” papar Haris.

Menolak desakan untuk membubarkan Densus 88 â?? yang sebagian didanai dan dilatih oleh Amerika dan Australia â?? pihak kepolisian menanggapi gelombang kecaman itu dengan berjanji untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut.

Yang kurang mendapat perhatian adalah video yang berisi penganiayaan oleh Densus 88 itu bukan hal baru dan telah beredar sejak tahun 2007. 

Merujuk tindakan Densus 88 yang memicu pertanyaan-pertanyaan itu, analis terorisme International Crisis Group â?? Sidney Jones â?? mengatakan desakan baru-baru ini bukan sekedar hal spontan.  Ia menambahkan desakan sesungguhnya untuk membubarkan Densus 88 datang dari para Muslim fundamentalis.

“Saya kira ini merupakan kampanye sistematis.  Sangat jelas ada kampanye sistematis yang dipimpin oleh beberapa organisasi yang lebih radikal, yang melihat hal ini sebagai cara efektif untuk melemahkan program kontra-terorisme pemerintah Indonesia,” kata Sidney Jones.

Sidney Jones secara berkala memantau situs-situs radikal yang ada dan mengatakan kelompok-kelompok semacam ini telah berupaya mempengaruhi organisasi-organisasi Muslim utama untuk mendukung kampanye mereka selama lebih dari satu tahun.

Densus 88 dibentuk tahun 2003 setelah ledakan bom di Bali yang menewaskan 202 orang â?? termasuk banyak warga negara asing.

Meskipun Densus 88 telah dipuji karena upayanya melemahkan jaringan teror di Indonesia, muncul pula kecaman atas rekam-jejak HAM yang buruk satuan tersebut. 

Pemerintah Indonesia mengatakan berencana untuk membentuk komite kerja guna memantau kinerja Densus 88 di masa depan.



Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,088 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org