Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras Nilai Pemerintah Biarkan Konflik Sumbawa

Sumber: INILAH.COM | Tgl terbit: Minggu, 27 Januari 2013

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menilai adanya pembiaran pemerintah dalam konflik yang terjadi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat sejak terjadinya kericuhan.

Sikap pembiaran itu menurutnya nampak pada lemahnya penanganan konflik pada saat kejadian hingga setelah kejadian bahkan dalam penanganan konflik tersebut. "Polisi cenderung enggan menetapkan tersangka atau sanksi bagi para pelaku. Dan pemerintah juga cenderung membiarkan ketegangan sosial saat konflik mereda, sehingga dianggap tidak terjadi apa-apa," katanya.

Haris menjelaskan, konflik di Sumbawa terjadi sebagai akumulasi pelbagai permasalahan sosial termasuk kesenjangan sosial dan etnis. Padahal akumulasi permasalahan seperti itu dapat meledak menjadi konflik yang besar.

"Tidak ada upaya dari pemerintah agar masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa menyimpan kecemburuan," tambahnya.

Sebelumnya konflik Sumbawa terjadi akibat isu adanya pemerkosaan seorang mahasiswi semester lima Universitas Samawa, Arniyati yang adalah warga Labuan Badas Sumbawa oleh seorang polisi asal Bali. Arniyati sendiri ternyata meninggal karena kecelakaan motor saat berboncengan dengan pacarnya yang adalah polisi, Brigadir I Gede Eka Swarjana.

Peristiwa itu terjadi pada 19 Januari 2013, sekitar pukul 23.00 waktu setempat keduanya pulang dari tempat hiburan malam di kawasan pantai Batu Gong. Sekitar 15 kilometer dari Kota Sumbawa Besar, Arniyati dan Eka mengalami kecelakaan. Dan nyawa Arniyati tidak tertolong meski sempat dilarikan ke RSU Sumbawa. Sedangkan Eka mengalami patah tulang iga sebelah kanan.

Kabar meninggalnya Arniyati ternyata membuat sekelompok mahasiswa melakukan protes dan berunjuk rasa ke Mapolres Sumbawa untuk mengusut kasus tersebut. Kemudian aksi merambat ke pengerusakan puluhan rumah warga asal Bali dan sejumlah bangunan dibakar serta toko-toko dijarah. Akibatnya ratusan warga terpaksa diungsikan ke Mapolres Sumbawa dan Markas Kodim Sumbawa. [ton]



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,017 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org