Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Aneh! Dituduh Teroris, Ditembak Mati Tapi Polisi Tak Tahu Identitasnya

Sumber: AL-KHILAFAH.ORG | Tgl terbit: Kamis, 10 Januari 2013

Koordinator KontraS, Haris Azhar menyesalkan aksi penembakan yang dilakukan aparat Densus 88. Haris memandang bahwa operasi Densus 88 di sejumlah daerah itu penuh kejanggalan.

Ia pun meragukan pernyataan-pernyataan yang membela Densus 88 mengambil tindakan membunuh atau dibunuh.

"Memang beberapa hari terakhir ini, bahwa mereka yang mendukung aksi Densus 88 itu mengatakan kalau mereka tidak membunuh mereka yang akan dibunuh. Nah, memastikan dan pertanggungjawaban statement itu seperti apa?" kata Haris Azhar saat dihubungi voa-islam.com, Rabu (9/1/2013).

Lalu hal yang cukup janggal adalah ketika aparat menyatakan bahwa mereka membawa bahan peledak, namun ada beberapa pelakunya tidak teridentifikasi.

"Lalu kalau diketahui bahwa mereka membawa bahan peledak tetapi tidak diketahui identitasnya ini kan aneh. Peristiwa seperti itu bisa terjadi kalau tertangkap tangan. Kalau ada copet tertangkap kan kita tidak tahu siapa copet itu, tapi kan dia tertangkap tangan. Apalagi kasus terorisme ini bukan kasus kriminal dadakan. Dia adalah kasus yang terjadi secara sistemik, sehingga bisa dilakukan pencegahan dan lain-lain," jelasnya.

Oleh sebab itu, ia mempertanyakan dimana klaim kesuksesan apara kepolisian yang katanya mendapat berbagai penghargaan dalam penanggulangan kasus terorisme?

"Lalu ada pertanyaan; dimana klaim kesukseskan polisi Indonesia yang mengatakan bisa menanggulangi terorisme, bisa mendapatkan penghargaan kiri kanan, tetapi kok tidak bisa mendeteksi atau melakukan pencegahan. Kenapa harus sampai pada satu titik, mereka harus dibunuh atau membunuh? Berarti kan ada kegagalan mendeteksi, berarti tidak sukses dong?" tanyanya.

Seperti diberitakan, Densus 88 Polri menembak mati tujuh orang pria di kawasan Makassar, Sulawesi Selatan, dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 4-5 Januari 2013 lalu. Dua di antaranya hingga kini belum diketahui identitasnya.

Dua orang yang belum teridentifikasi adalah yang ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB, Sabtu (5/1/2013), sekitar pukul 07.00.

"Lagi menunggu bahan pembanding pihak keluarga yang belum didapat sehingga belum bisa dikatakan yang bersangkutan itu siapa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, seperti dikutip kompas Rabu (9/1/2013).



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,108 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org