Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kenang Munir, Sujiwotejo Bernyanyi

Sumber: SURYA.CO.ID | Tgl terbit: Senin, 03 Desember 2012

Seniman Sujiwotejo, yang biasa tampil sebagai dalang, secara khusus menyanyikan dua lagu ciptaannya 'Pada Suatu Ketika' dan 'Jancuk', dalam malam peringatan ulang tahun ke 47, almarhum Munir Said Thalib, di alun-alun Kota Batu, Senin (3/12/2012) malam.

Sujiwotejo menceritakan, lagu 'Pada Suatu Ketika' bicara tentang kesabaran. Ia melihat, betapa sabarnya Munir yang hampir tiap tahun, selama enam tahun menggelar unjukrasa di depan istana.

"Itu menurut saya suatu kesabaran yang tidak dimiliki pemusik atau pelukis untuk bersabar seperti itu. Lagu itu tentang kesabaran, jadi suatu ketika momentum kolo mongso, bahwa akan datang (keberkahan) bagi orang yang sabar," ceritanya.

Untuk lagu Jancuk, diakui Sujiwotejo itu lagu terbaru dan sudah diunggah di Youtube. Lagu itu tentang bagaimana menyalurkan kekesalan terhadap situasi politik sekarang. Semua pada akhirnya jancuk itu. Jancuk hubungan rakyat dengan pemerintah, dimana tidak ada sekat. Jancuk itu alat komunikasi masyarakat, agar guyub rukun.

"Aku itu orangnya spontan, karena biasa mendalang. Aku tidak punya skenario. Tapi aku akan menyanyikan dua lagu. Tapi ekspresinya seperti apa, aku enggak ngerti," katanya.

Sujiwotejo mengaku, sebenarnya secara fisik, tidak pernah ketemu dengan Munir. Cuma pernah ketemu sekali ketika LBH Jakarta mengundangnya untuk menanyanyi dan ndalang, tahun 2001. "Tapi saya dekat dengan ide-idenya, gurindamnya, dan dekat dengan istri dan anaknya. Dan saya dekat dengan Batu, karena istri saya orang Batu," seloroh Sujiwotejo.

Bagaimana mengingat nilai-nilai perjuangan Munir? Ia memaparkan, pasti ada partisipasi dari para seniman dan budayawan. Contoh saja partisipasinya ke acara ini tidak mikir duit, malah datang dengan biaya sendiri.

"Saya kira ada banyak partisiapsi dari (seniman dan budayawan) Malang, Jogja, Jakarta. Dan kalau betul (Munir) akan menjadi nama jalan, saya kira bagus juga. Saya kira dukungan dari wali kota sudah signifikan," pujinya.



Kasus terkait Wasior 2001;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 1,357 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org