Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Rayakan HUT Munir, Suciwati Ajak Masyarakat Mengingat Munir

Sumber: BERITASATU.COM | Tgl terbit: Minggu, 02 Desember 2012

Suciwati, Istri dari aktivis hak asasi manusia almarhum Munir Said Thalib, mengajak segenap masyarakat untuk menandatangani surat petisi Change.org untuk mengingat perjuangan alamarhum dan menuntut keadilan atas kematian Munir yang masih simpang siur.

Demikian disampaikan Arief Azis, Direktur Komunikasi Change.org, dalam siaran persnya, Minggu (2/12).

Suciwati mengajak mengajak ribuan orang untuk menandatangani surat petisinya di www.change.org/melawanLupa yang dikirimkan ke Presiden melalui akun email sby@presidensby.go.id. Ajakan tersebut disampaikan dalam perayaan HUT Munir di alun-alun kota Batu, Malang, kota kelahiran Munir. Munir sendiri lahir pada tanggal 8 Desember 1965.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Goenawan Mohamad yang membuat petisi tentang pendirian monumen Munir pada www.change.org/monumenMunir. Walikota Batu Eddy Rumpoko juga ikut membubuhkan tandatangannya sesaat sebelum memberikan kata sambutan.

Perayaan HUT Munir yang dilaksanakan pada 2-3 Desember 2012 dimulai dengan kegiatan ziarah ke makam Munir di pagi hari, dengan acara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menaikkan bendera merah putih dan menurunkan bendera hitam pertanda duka. Ziarah ini ditutup dengan doa putra Munir, Soultan Alief Allende.

Dalam doanya Alief menyatakan "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada pembunuh abah Munir, agar mau mengakui perbuatannya."

Suciwati menilai hal ini sebagai sesuatu yang positif dalam merawat ingatan kolektif bangsa Indonesia pada sebuah kejahatan yang dialami Munir. Suciwati akan menguatkan petisi Goenawan Mohamad dengan meluncurkan petisi baru pada www.change.org/melawanLupa.

"Petisi menargetkan SBY untuk segera menyelesaikan pekerjaan rumah ujian kasus Munir. Seperti kata Presiden, penyelesaian kasus Munir adalah 'The test of our history'," ujar Suciwati dalam siaran pers (2/12).

Komite Pengarah Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) Hendardi menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Batu itu adalah langkah luar biasa dan bersejarah. Itu pertanda, warga Kota Batu berbangga memiliki putra Batu yang namanya harum di dunia dalam memperjuangkan keadilan & kebenaran.

Presiden SBY tak bisa menghindari kewajibannya untuk memenuhi janji "ujian sejarah." Aktivis HAM yang juga aktif di Change.org menyatakan petisi yang dibuat Goenawan Mohamad dan Suciwati terus mendapat dukungan penuh.

Dalam sambutannya, Eddy Rumpoko menyatakan ia tak ingin Munir hanya dimiliki oleh teman-teman Munir, tapi dimiliki oleh warga kota Batu dan juga Indonesia. Munir, kata Walikota Batu tersebut, adalah inspirasi generasi muda. Ia menyatakan dukungannya atas prakarsa para budayawan menggelar acara "Menafsir Munir, Melawan Lupa" di kota Batu.

Eddy juga mendukung penuh prakarsa seniman dan budayawan ini, bahkan menanggapi dengan respon positif ide monumen-nama jalan Munir serta berkomitmen menerbitkan keputusan untuk merealisasikan. Pengumuman pastinya dilakukan saat perayaan HUT Munir, 2-3 Desember. Untuk memulainya, akan dibentuk panel juri & lomba pemahatan Munir, di mana yang terbaik akan dijadikan sebagai monumen Munir.

Acara juga diisi oleh orasi budaya Goenawan Mohamad yang menyatakan bahwa jika Munir masih ada, barangkali ia sudah meraih nobel perdamaian dunia.

Para budayawan lainnya melukis spontan, menyemprot kaos-kaos peserta dengan wajah Munir. Djaduk Ferianto tampil dalam pertunjukan musik yang mengkritik sikap negara yang tak menuntaskan kasus Munir.

Sketsa Munir yang diwarnai ribuan pelajar sekolah dasar se-kota Batu telah dipajang di sudut-sudut kota. Pembaca puisi terkenal Sitok Sararengge menciptakan puisi spontan untuk mengenang Munir dan menagih janji Presiden.

Butet Kertarajasa dan Koeboe Sarawan memprakarsai seniman, perupa, pelukis dan musisi kota Jogjakarta dan Batu untuk meramaikan perayaan HUT Munir.

Tokoh-tokoh lainnya yang hadir ialah Romo Sindhunata, Ong Harry Wahyu, Nasirun, Ki Djoko Pekik (budayawan), Arswendo Atmowiloto, Sujiwo Tedjo (seniman), Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin (politik), Tamrin Amal Tomagola (sosiolog), Emmy Hafidz, dan Ketua Komnas HAM yang baru Otto Nur Abdullah. Otto mengatakan pihak Komnas HAM akan mendukung usulan Lukman Hakim Saifuddin untuk menjadikan Munir sebagai pahlawan nasional.

Bertepatan dengan hari kematian Munir, 7 September lalu, budayawan Goenawan Mohamad memulai petisi pada www.change.org/monumenMunir untuk mengingatkan komitmen pemerintah kota Batu untuk membangun monumen Munir yang pada 2007 disampaikan oleh walikota kota Batu saat itu, Imam Kabul (alm).



Kasus terkait Peristiwa 1965/1966;:


Isu terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,468 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org