Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Malang Buat Monumen Mengenang Munir

Sumber: ATJEHPOS.COM | Tgl terbit: Jumat, 30 November 2012

JAKARTA - Walikota Batu, Malang, Eddy Rumpoko, punya kenangan yang mendalam tentang sosok almarhum Munir Said Thalib. Mereka lulusan Universitas Brawijaya Malang, dan sama-sama tertarik untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil.

"Dulu saya 'kan satu kampus dengan beliau di (Universitas) Brawijaya, dan memang sejak dulu beliau sudah aktif di kampus, kami punya minat yang sama," kata Eddy Rumpoko kepada atjehpost, di Jakarta, Kamis sore, usai memberikan keterangan pers mengenai rencana peletakan monumen Munir di kota Batu, Malang, Jawa Timur, tanggal 2 Desember 2012.

Seterusnya ia bercerita tentang perjuangan Munir sejak lama, yaitu memajukan taraf hidup masyarakat kota Batu, terutama pendidikan. Dulu, kata Eddy, masyarakat awam belum tahu bahwa apa yang dilakukan Munir itu adalah perjuangan hak asasi manusia.

"Masyarakat kami 'kan mayoritas petani, Munir adalah spirit bagi kami semua. Bagaimana untuk menempuh pendidikan dulu itu tidak dianggap sesuatu yang penting, tetapi Munir menilainya sebagai sesuatu yang penting," tambah Eddy yang datang ditemani putrinya.

Eddy mengaku tidak ingin melihat aspek pembunuhan Munir sebagai alasan merayakan ulang tahun dan membangun monumen khusus, melainkan kebanggaan kota Batu atas kiprah putra daerah yang perjuangannya dikenal sampai ke luar negeri.

"Sekarang ada momen bagi kami untuk mengenangnya secara khusus, lewat monumen dan kegiatan seni dalam rangka peringatan ulang tahun Munir. Saya tidak ingin melihat dari aspek pembunuhannya, tetapi bahwa ada putra daerah yang sudah lebih dulu memperjuangkan hak-hak pendidikan di Batu," papar Eddy.

Soal monumen dan penamaan jalan Munir, tambah Eddy, dari pihak pemerintah Kota Batu tidak ada masalah. Apalagi kota Batu sedang berinovasi sebagai kota wisata.

"Kalau ada monumen Munir kan orang jadi lebih banyak tahu," kata Eddy.

Pembangunan monumen Munir sebelumnya sudah diniatkan oleh mantan walikota Batu (almarhum) Imam Kabul. Kini Eddy Purwoko tinggal meneruskan saja ide tersebut.

Budayawan Goenawan Muhammad memulai sebuah petisi melalui www.change.org/monumenMunir untuk mendukung rencana itu, bertepatan dengan hari kematian Munir, 7 September 2004.

Peletakkan monumen dan perayaan kesenian akan berlangsung di Batu pada 2-3 Desember 2012. Program kesenian akan melibat para seniman Surabaya, Malang, dan Jakarta di bawah koordinasi Butet Kartaredjasa.

Pelukis Djoko Pekik, Nashirun, Samuel Indratma, serta musisi Glenn Fredly, Melani Subono dan Jaduk Ferianto sudah dipastikan akan ikut serta dalam acara ini.

Para seniman lukis akan melibatkan sekitar 5000 pelajar Sekolah Dasar untuk mewarnai sekitar 5000 cetakan gambar Munir dalam beragam warna. (bna)



Kasus terkait Pembunuhan Munir 2004;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 1,804 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org