Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Penyidik KPK Resign Kemungkinan Besar karena Intimidasi

Sumber: OKEZONE.COM | Tgl terbit: Jumat, 02 November 2012

JAKARTA - Koordinator Tim Pembela Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haris Azhar, mengatakan, berdasarkan hasil investigasi dan data yang dimilikinya, pengunduran diri para penyidik kepolisian dari KPK karena adanya intimidasi.

Menurutnya, intimidasi dan tindakan-tindakan negatif yang diarahkan kepada para penyidik KPK dikarenakan mereka menangani kasus-kasus besar dan sangat sensitif dalam konteks politik.

"Jadi mereka rentan atau sering mendapatkan tindakan-tindakan itu. Dugaan saya, belakangan dalam kasus simulator SIM itu intensitasnya juga meningkat, itu temuan kita juga," ujar Haris, kepada wartawan, di Kantor KontraS, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).

Intimidasi penyidik dari Kepolisian di KPK ini, kata dia, memang lebih besar dari penyidik-penyidik dari Kejaksaan maupun independen.

Terkait pengunduran diri penyidik Kepolisian yang beralasan ingin mengejar jenjang karir yang memang sangat diinginkan, menurut Haris, itu juga merupakan alasan yang tepat. Namun, adanya intimidasi mungkin saja terjadi kepada lima penyidik tersebut.

"Alasan masalah jenjang karir itu hak mereka dan memang kita harus hormati, tetapi mungkin saja ada ajakan, tekanan kecil dan intimidasi juga mungkin terjadi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Haris mengatakan, selama tindakan intimidasi dapat dicegah dan memang para penyidik tersebut memilih mengundurkan diri itu merupakan pilihan mereka.

"Itu pilihan mereka (penyidik KPK) selama pilihan dilakukan secara bebas, tidak ada tekanan, jadi ya wajar dan memang kita harus hormati," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyebut, ada enam penyidik Polri yang mengundurkan diri dari KPK. Keenam penyidik Polri yang mengundurkan diri dari KPK tersebut yakni, Kompol Rizki Agung Prakosa, Kompol Irfan Rifai, Kompol Egy Adrian Zues, Kompol Popon A Sunggoro, Kompol Hendi Kurniawan dan KompolYudhistira Midyahwan.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,505 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org