Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras: Harus Ada Proses Hukum untuk Densus

Sumber: OKEZONE.COM | Tgl terbit: Sabtu, 03 November 2012
JAKARTA - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) pesimistis akan adanya perbaikan nama Davit Ashary (19), ABG yang ditangkap Tim Densus 88 di Palmerah, Jakarta Barat.

Menurut Koordinator KontraS, Haris Azhar, kasus Davit bukanlah yang pertama kali, karena berdasarkan pengalaman orang yang ditangkap oleh Densus 88 tidak pernah ada rehabilitasi nama.

"Tidak pernah, saya tidak pernah mendengar upaya mengembalikan nama baik terhadap orang-orang yang salah tangkap atau jadi korban operasi penanggulangan teroris," kata Haris, kepada wartawan, di Kantor KontraS, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).

Haris mengatakan, dalam kasus Davit dan beberapa orang sebelumnya, bahkan hingga ditembak tanpa tahu dia salah atau tidak, Densus 88 tidak pernah dikenakan proses hukum.

"Kasus ini bukan yang pertama, beberapa pengalaman sebelumnya Densus 88 salah tangkap dan menembak pelaku yang diduga teroris ternyata tidak terlibat sampai saat ini tidak ada proses hukum kepada mereka," tuturnya.

Untuk itu, Haris mendesak agar ada proses hukum kepada Densus 88 agar bisa mempertanggungjawabkan jika terjadi kasus salah tangkap apalagi penembakan yang salah.

"Saya pikir kita harus mendesak densus supaya mereka bisa dipertanggungjawabkan ke proses hukum yang tepat kenapa mereka salah tangkap, kenapa mereka harus salah tembak," ungkapnya.

Sebelumnya, Davit bersama kakak kandungnya Herman Setyono ditangkap tim antiteror Densus 88 di Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu, 27 Oktober 2012 lalu. Penangkapan tersebut dilakukan karena keduanya diduga ikut terlibat dalam perencanaan aksi teror yang dipimpin Abu Hanifah. Namun, pelajar di sebuah SMK swasta di Kebon Jeruk Jakarta Barat dinyatakan tidak terlibat dan dipulangkan kembali ke keluarganya.

Akibatnya, hingga kini Davit tidak mau bersosialisasi dilingkungan sekitarnya dan sekolah.
(ydh)


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 341 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org