Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Jurnalis Riau Pos Masih Sering Diteror Oknum TNI AU

Sumber: OKEZONE.COM | Tgl terbit: Rabu, 31 Oktober 2012

JAKARTA - Derita Didik Herwanto, fotografer Riau Pos, terus berlanjut. Penganiayaan oleh oknum perwira TNI AU kala dia mengabadikan momen jatuhnya pesawat Hawk 200, masih disusul aksi intimidasi oleh orang-orang tak bertanggungjawab.

Pascaperistiwa penganiayaan yang dilakukan Letkol Robert Simanjuntak, Didik Herwanto hingga kini terus mendapatkan intimidasi dari oknum TNI. Tak hanya Didik, rekan-rekan pers lain di Riau juga mendapat perlakukan serupa.

Hal itu disampaikan Advokasi Pewarta Foto Indonesia, Robinsar Opak, dalam konferensi pers di Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat. "Kawan-kawan di Riau sekarang telah menjadi TO (target operasi) intimidasi dari tentara, saya mendapat kabar tersebut tadi pagi," kata Opak, Rabu (31/10/2012).

Bentuk intimidasi itu, jelasnya, bermacam-macam, mulai dari intimidasi melalui pesan singkat, telefon, hingga dibuntuti orang tak dikenal.

"Kata mereka (oknum TNI AU) hati-hati, kalau ada yang melapor ke kawan-kawan di Jakarta, kalau ada apa-apa yang terjadi pada robert, mereka yang pertama kena," katanya mengutip intimidasi yang diterima pewarta di Riau.

Lebih lanjut Opak berharap, Letkol Robert Simanjuntak diseret ke pengadilan hukum umum atas kekerasan yang dilakukannya kepada jurnalis. "Jangan lagi tentara yang melakukan kekerasan pada sipil itu dikenakan hukum militer, tarik ke arah hukum pidana umum," tutupnya.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 790 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org