Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras Surabaya Desak Tokoh Agama Dialog Untuk Perlindungan Warga Syiah

Sumber: SUARASURABAYA.COM | Tgl terbit: Minggu, 26 Agustus 2012

suarasurabaya.net| Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya menyerukan para tokoh antar keyakinan di Sampang berdialog untuk mencari solusi perlindungan bagi sekitar 400 orang komunitas Syiah yang saat ini terancam dan terus ditekan pasca kerusuhan pukul 10.00 WIB tadi.

Andi Irfan Ketua Kontras Surabaya pada suarasurabaya.net menegaskan dialog itu jangan membahas soal benar-tidaknya suatu keyakinan tertentu, tapi berbicara soal kemanusiaan dan hak hidup komunitas Syiah sebagai manusia.

Dalam hal ini, Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Sampang juga harus terlibat dan tidak malah memojokkan komunitas Syiah dengan pernyataan serta kebijakan yang diskriminatif. Sebab selama ini, menurut Andi, justru pernyataan pejabat serta kebijakan pemerintah jadi pembenar diskriminasi dan kekerasan terhadap komunitas minoritas ini.

Lebih lanjut, kata Andi, perlu ada penegakan hukum yang tegas agar peristiwa ini tidak terulang. Dalam insiden Desember 2011 lalu, Polres Sampang tidak melakukan penegakan hukum secara adil. Para pelaku utama pembakaran 3 rumah komunitas Syiah di Dusun Nangkrenang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, kata Andi, malah tidak ditangkap padahal polisi punya data dan buktinya.

Sebaliknya, Ustacz Tajul Muluk pimpinan komunitas Syiah dijerat pasal penodaan agama. Dia divonis bersalah dan dihukum 2 tahun oleh PN Sampang, Juli 2012 lalu.

Dalam catatan Kontras Surabaya, akibat penyerangan tadi pagi, hampir separuh dari sekitar 50 rumah yang dihuni komunitas Syiah di desa itu dirusak. Akhir tahun 2011 lalu dibakar habis 3 rumah, sedangkan tadi pagi sekitar 25 rumah.

Sejak penyerangan akhir 2011 itu, anak-anak komunitas Syiah yang tinggal di Dusun Nangkernang terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Diantara mereka ada yang terpaksa melanjutkan sekolah di kota-kota lain seperti Surabaya dan Malang.(edy)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,036 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org