Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
TUDUHAN PEMBUNUHAN: Kontras Kecam Penyiksaan 17 Warga NTT

Sumber: BISNIS.COM | Tgl terbit: Senin, 06 Agustus 2012
JAKARTA: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam dugaan penyiksaan terhadap 17 warga Dusun Mapipa, Desa Raymude, Kecamatan Sabu Barat, Sabu Raijua, NTT oleh kepolisian terkai tuduhan pembunuhan terhadap Kanit Reskrim Polsek Sabu Timur Bripka Bernadus Djawa.

Kecaman keras itu disampaikan secara bersama antara Kontras dengan Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT.

Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan jasad Bernardus Djawa ditemukan oleh warga di sebuah jurang di Desa Raymude, setelah sebelumnya pihak kepolisian meminta kepada warga yang saat itu tengah berkumpul dalam sebuah acara duka untuk membantu mencari salah seorang anggota kepolisian yang hilang.

Warga kemudian membantu pihak kepolisian hingga akhirnya ditemukanlah jasad anggota kepolisian yang hilang pada 31 Maret lalu itu.

"Setelah mayat anggota kepolisian ditemukan, justru ke -17 orang di antara warga tersebut, diangkut ke kantor Polsek Sabu Barat dan ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Bripka Bernardus Djawa," ujar Haris dalam siaran pers di Jakarta, hari ini.

"Selama dalam pemeriksan dan penahanan, ke-17 warga tersebut mengalami penyiksaan, perlakukan kejam," tambahnya.

Haris memaparkan berkas penahanan juga tidak diberikan secara tepat waktu dan warga diintimidasi untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan. Ketika tepat 120 hari kemudian yakni pada 29 Juli 2012, dia mengungkapkan warga yang ditahan tersebut dibebaskan demi hukum, karena kepolisian tidak sanggup menyempurnakan berkas penyidikan yang berkali-kali dikembalikan kejaksaan.

Kontras menilai penggunan kekerasan masih dijadikan pilihan cepat pihak kepolisian dalam mengungkap peristiwa pidana. Menurutnya, hal tersebut diakibatkan oleh ketidakpahaman larangan penggunaan kekekerasan dalam penegakan hukum, serta kepemimpinan yang lemah dalam struktur polisi di tempat kejadian.

Kami minta Komnas HAM, Ombudsmen RI dan Kompolnas untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini. Kami menolak jika kasus sekedar diserahkan ke pihak kepolisian. Terbukti berbagai kasus kekerasan yang diselesaikan menggunakan mekanisme internal hanya berujung pada pengulangan kekerasan oleh polisi," tegasnya. (yus)


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 750 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org