Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Priyo Tertawa Kecut Dicap Tokoh Antikemanusiaan

Sumber: METRONEWS.COM | Tgl terbit: Rabu, 25 Juli 2012

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menjawab tudingan Kontras bahwa dirinya adalah tokoh antikemanusiaan. Ia mengaku tertawa kecut mendengarnya.

"Pernyataan itu sembarangan kalau kemudian menyampaikan saya sebagai antikemanusiaan dan hanya karena faktor Golkar," kata Priyo di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/7).

Priyo menceritakan sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam dirinya berkawan dekat dengan almarhum Munir. Namun tak diketahui publik.

"Meskipun dalam beberapa hal kita sering berbeda, tapi ini rasa ekspresi saya terhadap aktivis sekelas Munir. Sehingga pernyataan dari Kontras tadi, ya, saya dengarkan dengan baik, saya tertawa kecut,"kata Priyo.

Priyo meminta Kontras jangan menilai orang hanya dari perbedaan pandangan. Peristiwan 1965-1966 adalah peristiwa kelabu yang diduga terkait dengan pemberontakan dan pengkhianatan PKI. Itu adalah menjadi bagian masa lalu sejarah Indonesia.

"Kita kan sudah memunyai komisi kebenaran dan rekonsiliasi, saya tidak pernah menganjurkan Komnas HAM untuk mengungkit-ngungkit kembali luka lama itu, karena ini tidak produktif,"kata Priyo.

Mengungkit masalah HAM, lanjut Priyo, tidak membuat masalah selesai. Bahkan kisah Ken Arok dan Empu Gandring pun bisa terungkap kembali.

Yang Priyo inginkan, para aktivis HAM berkonsentrasi mengawal titik balik reformasi. Jangan sampai masa lalu terulang kembali.

"Kenapa harus protes segala, kalau ingin ketemu saya silakan. Dengan menggertak semacam itu, mosok berbeda pandangan tidak boleh," ujarnya.

Ditanya apakah pernyataan Kontras untuk menyerang Golkar, Ketua DPP Partai Golkar ini mengatakan itu sudah biasa. Golkar sudah kebal dan melewati proses itu.

"Saya meyakini konsentrasi kita untuk membentuk komisi pembentuk kebenaran dan rekonsiliasi menjadi jalan lempang. Daripada kita terus mengungkap dan itu akan menjadi dendam sejarah yang tidak berkesudahan," kata Priyo.(Andhini)



Kasus terkait Peristiwa 1965/1966;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 500 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org