Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras: Kepolisian Tak Layak Proses Mahasiswa

Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Jumat, 06 Juli 2012

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian dinilai tidak layak memproses hukum dua mahasiswa dari Konsolidasi Nasional Mahasiswa (Konami) yang ditangkap saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa 27 Maret 2012 lalu.

Penilaian tersebut disampaikan Koordinator Koalisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azar dalam diskusi bertajuk "Catatan Kritis Penanganan Demonstrasi antara Penegakan Hukum dan Perlindungan HAM" di Jakarta, Jumat (6/4/2012).

Menurut Haris, sebelum memproses anggotanya sendiri, kepolisian tidak patut menghukum dua mahasiswa itu.

"Tidak layak buat Mabes Polri meneruskan proses hukum kasus tersebut kalau polisi sendiri tidak legawa, anggota-anggotanya yang melakukan kekerasan diproses," kata Haris.

Dia menilai, Kepolisian juga menyalahi prosedur saat mengamankan aksi pengunjuk rasa tersebut. "Ada pelanggaran hukum acara pidana, dari semua proses itu, pelanggaran acara pidana, prosedur pengamanan, ada konten-konten kekerasan, mahasiswa dipukuli, pulang kuliah diciduk," sambungnya.

Haris pun mencontohkan langkah kepolisian saat menggerebek kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro pada hari yang sama dengan penangkapan mahasiswa.

Saat itu, katanya, Kepolisian menuduh mahasiswa Konami melakukan perbuatan anarkis dan keonaran. Puluhan petugas kepolisian pun merengsek masuk ke kantor YLBHI mencari mahasiswa yang diduga membakar mobil polisi tersebut.

Menurut Haris, saat penggerebekan itu, anggota polisi yang mobilnya dibakar, ikut menggeledah kantor YLBHI. Haris menilai, petugas kepolisian tersebut semestinya tidak ikut menggeledah lantaran posisinya sebagai korban.

"Ada pimpinannya yang lebih tinggi, tapi tidak ada yang menegur (polisi itu). Petugas tidak boleh menengakkan hukum kalau dia emosional. Buat saya si polisi dibiarkan, memang ada skenario membiarkan polisi ngamuk, membiarkan aura menakutkan bagi mahasiswa," ujar Haris.

Adapun kedua mahasiswa pengunjuk rasa itu, hingga Selasa (3/4/2012) masih ditahan. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan keduanya ditahan karena diduga melakukan tindakan anarkistis.

Mereka diduga menggulingkan mobil polisi, melempari, dan membakar mobil. Polisi juga menduga aksi unjuk rasa saat itu bukanlah unjuk rasa murni, melainkan aksi yang diprovokatori penyusup. Dugaan didasarkan penemuan banyak batu serta bom molotov yang disiapkan massa.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 758 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org