Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras: Ada yang Hilang Pasca Kongres Papua

Sumber: VIVANEWS.COM | Tgl terbit: Selasa, 25 Oktober 2011

VIVAnews -- Selain menelan korban jiwa dan luka, aksi kekerasan yang terjadi saat pembubaran paksa Kongres Rakyat Papua III, juga membuat sejumlah warga hilang misterius.

"Dari penelusuran kami di lapangan, ada warga yang belum diketahui rimbanya, mereka hilang sejak kongres bubar. Mereka sengaja menghilang atau tidak, belum bisa disimpulkan," kata Haris Azhar, Koordinator Kontras, usai menggelar audensi dengan Polda Papua, Selasa 25 Oktober 2011.

Menurutnya, Kontras mengetahui ada warga yang belum diketahui keberadaannya, setelah melakukan penyelidikan dan mendapat laporan dari keluarganya. "Sesuai laporan kepada kami, ada dua hingga tiga orang yang belum jelas rimbanya, ini juga yang kemudian terus dicek silang," tegasnya.

Sementara mengenai audensi dengan Polda, kata dia, juga dilakukan pengecekan jumlah korban kekerasan dan juga yang belum diketahui keberadaannya. "Kami saling memberikan masukan, untuk memastikan korban kekerasan, data Kontras baru tiga orang yang menjadi korban dan dua mengalami luka serius," terangnya.

Dan yang terpenting, Kontras berharap Polisi menerima masukan. "Polisi harus membuka diri, untuk masukan dari kami," pintanya.

Polisi juga harus membuka akses pendampingan hukum bagi mereka yang diduga terlibat makar dan ditahan. "Mereka yang saat ini ditahan dan diduga terlibat makar, harus diberikan akses untuk didampingi pengacara," terangnya.

Kontras juga mempertanyakan tentang pertanggungjawaban terhadap beberapa warga sipil yang menjadi korban kekerasan, dan Polisi bersedia menerima masukan itu. "Polisi menerima informasi yang kami sampaikan mengenai warga yang menjadi korban kekerasan, dan akan melakukan cross check," ujarnya.

Dalam audensi itu, Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan juga mengaku terjadi tindak kekerasan saat kongres bubar, di mana, ada sejumlah anggotanya yang mengumpulkan warga dan memasukannya ke dalam mobil. "Pengakuan Kapolresta, saat kekerasan tejadi, dirinya sedang mengurus hal lain, dan kaget ketika anggotanya sudah mengumpulkan warga," ujar Haris. (eh)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 509 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org