Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Gagal Tekan Angka Kekerasan

Sumber: INDOPOS.CO.ID | Tgl terbit: Kamis, 30 Juni 2011

JAKARTA-Besok, 1 Juli 2011, Polri berulang tahun ke-65. Peringatan ulang tahun itu dilakukan secara serentak di seluruh polda se- Indonesia. Laporan awal dan deteksi dini intelijen menyebutkan, ancaman teror masih membayangi. Karena itu, Mabes Polri meminta seluruh jajarannya waspada. �Kerawanan terhadap aksi-aksi teror masih ada. Jangan lengah,� ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Boy Rafli Amar kemarin. Mantan anggota Densus 88 itu menjamin bahwa setiap personel, mulai level polisi sektor hingga Mabes Polri, siap. �Negara tidak boleh kalah oleh ancaman,� tutur dia. Awal bulan ini, Densus 88 kembali mengungkap modus baru dalam rencana teror. Dari hasil pengembangan penyidikan kasus penembakan polisi di Palu, sejumlah tersangka lain ditangkap di berbagai kota. Berdasar keterangan mereka, ditemukan rencana meracuni makanan di kantin kepolisian.

Densus juga menemukan pipe gun atau pistol rakitan berbentuk pipa kecil yang efektif memuntahkan sebutir peluru. Jika pipe gun digunakan dalam jarak kurang dari 5 meter, akibatnya bisa fatal hingga mematikan. Hasil analisis terbaru BNPT menyatakan bahwa teroris tidak mengancam objek-objek asing, melainkan menyasar personel dan kantor-kantor polisi. â?Akan ada pemeriksaan barang-barang secara lebih teliti untuk setiap peserta upacara HUT Bhayangkara,â? ujar Boy. Secara terpisah, menyambut HUT Bhayangkara, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) memaparkan hasil evaluasi kinerja Polri selama 2011. Menurut Koordinator Kontras Haris Azhar, Polri masih gagal menekan angka kekerasan yang dilakukan oleh anggota polisi. Berdasar kasus-kasus yang diterima Kontras serta pemantauan yang dilakukan, sepanjang 2010â??Juni 2011 telah terjadi 85 peristiwa kekerasan dengan jumlah korban 373 orang. â?Kami yakin bahwa jumlah kekerasan yang terjadi lebih banyak daripada catatan itu. Sebab, pemantauan tidak mungkin dilakukan secara masif dan intensif,â? ucap Haris. Pelanggaran HAM masih dilakukan oleh anggota Polri dengan penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang terhadap masyarakat sipil.

Misalnya, dalam penanganan konflik tanah dan modal. Juga ada penggunaan kekuatan yang berlebihan, khususnya dalam upaya pemberantasan terorisme. Selain itu, kriminalisasi terhadap masyarakat, rekayasa kasus, bahkan pembiaran terhadap pertemuan-pertemuan sebagai ekspresi dari kebebasan berpendapat. â?Terutama perilaku Densus 88,â? ucap Haris. Dalam catatan Kontras, pendekatan senjata api sering digunakan oleh aparat Densus 88 sepanjang 2010â??Juni 2011. Setidaknya dari 13 operasi antiterorisme Densus 88, 30 orang tewas tertembak. Selain itu, sembilan orang mengalami luka tembak dan 30 orang lagi menjadi korban penangkapan sewenang- wenang, tapi akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aksi teror yang disangkakan. (rdl/c11/iro)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 711 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org