Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras: Lindungi Mahasiswa UI yang Dituding Provakator Penembakan Kebumen

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Selasa, 19 April 2011
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meminta Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Desi  yang diperiksa oleh pihak kepolisian terkait kasus penembakan TNI terhadap warga dilindungi. Karena, tudingan yang menyatakan bahwa Desi melakukan provokasi terhadap peristiwa itu sangat tidak berdasar.

“Berdasarkan laporan Tim Kontras di lapangan, saat ini Desi merasa diteror karena dianggap sebagai provokator,” kata Ketua Badan Pekerja Kontras, Usman Hamid saat dihubungi Republika, Selasa (19/4).

Masih berdasarkan pengamatan Tim Kontras, lanjut Usman, Desi tidak mungkin melakukan tindakan seperti itu. Karena, kapasitasnya  datang ke Kebumen hanya sebagai seorang mahasiswa yang melakukan penelitian skripsi tentang sengketa tanah di Kebumen.

“Tidak mungkinlah, perawakannya saja kecil dan dia masih mendapatkan bimbingan dari dosennya jadi tidak mungkin dia melakukan provokasi,” katanya.

Seperti diketahui, Devi, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) ikut diperiksa oleh polisi sebagai saksi dalam kasus bentrokan warga dan TNI di Kebumen. Devi rupanya sedang meneliti kasus sengketa tanah Dislitbang TNI-AD dengan warga sekitar.

Tanah Dislitbang TNI-AD di Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah digunakan sebagai latihan perang dan uji coba senjata. Penolakan warga inilah yang memicu bentrokan.

Saat melakukan penelitian, Devi ada di lokasi dan melihat aksi bentrokan antara warga dan TNI. Sementara, tiga dari delapan saksi lainnya yang diperiksa adalah Makrufin Arif, Imam dan Soleh yang kesemuanya warga Setrojenar.

Terkait dengan kasus penembakan itu, Kontras saat ini sudah mengirimkan tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut. Menurut Usman, tim tersebut sudah melakukan kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) setempat beserta masyarakat. Hasil investigasi itu akan diserahkan ke Komnas HAM dan DPR RI. “Tentunya juga kita akan memberikan bantuan hukum pada mereka,” katanya.


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 868 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org