Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras: Selidiki Aktor Non-Lapangan Bom Cirebon

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Selasa, 19 April 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan yang komprehensif guna mengungkap aktor nonlapangan terkait peledakan bom di Masjid Adz-Dzikra Polresta Cirebon.

"Kami meminta Polri untuk melakukan penyelidikan yang intensif dan menyeluruh sehingga dapat membuka keterlibatan aktor nonlapangan, otak peristiwa, motif serta pendanaannya," kata Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras, Indria Fernida, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Indria menuturkan, Kontras mengecam peledakan bom di Masjid Polresta Cirebon, Jumat (15/4), yang mengakibatkan satu orang meninggal dan sedikitnya 28 orang luka-luka.
Kontras memandang tindakan bom bunuh diri tersebut sebagai sebuah tindakan yang tidak beradab dan tidak manusiawi, serta menimbulkan situasi tidak aman dan kekhawatiran bagi masyarakat.

LSM itu juga menyatakan keprihatinan dan duka cita kepada keluarga besar Polri atas terjadinya peristiwa ini.
Ia juga mengemukakan, adalah penting pula bagi Polri untuk meningkatkan fungsi intelijen dan berkoordinasi dengan fungsi intelijen institusi lain untuk mengantisipasi aksi serupa.

Menurut dia, hal tersebut karena melawan tindakan teror dan kekerasan merupakan tanggung jawab negara yang tidak dapat dijawab dengan tindakan parsial.
"Upaya ini juga membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat untuk membangun bangsa yang beradab dan berkemanusiaan," katanya.

Sementara itu, Polri hingga kini masih menelusuri jaringan teroris terkait pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra, Mapolresta Cirebon, Muhammad Syarif Astana Garif.
"Kita masih menelusuri jaringan teroris yang terkait dengan Syarif," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Senin (18/4).

Ia memaparkan, pihak kepolisian tidak yakin bahwa Syarif dalam melakukan aksinya merencanakan sendirian.
Selain itu, Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri kini telah memburu pelaku lainnya, yang diduga terlibat dalam aksi terorisme bom ini.

"Sebanyak 30 saksi yang telah diperiksa termasuk istri, orang tua, dan adik Syarif, tapi belum diindikasikan terlibat," katanya.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 879 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org