Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
ICW Pertanyakan Follow Up Kasus Tama

Sumber: news.okezone.com | Tgl terbit: Selasa, 16 November 2010

 

JAKARTA - Perwakilan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambangi Mapolda Metro Jaya untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus penganiayaan terhadap Tama S Langkun.

Selain Tama, tampak pula Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho yang didampingi dua perwakilan dari LBH Jakarta, Nurkholkis dan Ki Agus Ahmad serta Koordinator Kontras Aris Azhar.

Ketiga LSM ini diterima langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar.

"Kami minta bantuan melalui Pak Boy untuk pertemukan tiga pihak ini. Kontras punya investigasi lapangan, temuan Kontras teror terhadap Tama dan ICW sudah ada, temuan sementra kami temukan Tama memang sudah dijadikan target, polisi setempat sudah tahu kalau Tama potensial menjadi target. Sudah sejauhmana progress penyelidikan kasus ini sebenarnya," ujar Koordinator Kontras Haris Azhar di Mapolda, Selasa (16/11/2010).

Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, proses penyelidikan terhadap kasus ini masih berlanjut, namun minimnya informasi untuk mengungkap fakta di lapangan menjadi faktor penyebab lambatnya penanganan.

"Ada beberapa faktor yang bisa membuat suatu kasus cepat terungkap, yaitu kelancaran informasi. Sepertinya ada kendala dalam memperoleh informasi, peristiwanya juga terjadi pada dinihari, kondisi tidak seperti siang hari (gelap), juga pelaku saat itu memakai helm," ujar Boy.

Boy melanjutkan, minimnya saksi juga membuat polisi kesulitan mengumpulkan alat bukti untuk menguatkan fakta.

"Sesuatu yang tidak mudah untuk mengungkap gelap menjadi terang. Belum ada info akurat dan valid yang bisa mengarahkan penyidik kemana si pelaku, sehingga olah TKP masih belum maksimal," jelasnya.

Boy menambahkan, pihak Polda Metro hanya mem-back up namun penanganan penyelidikan kasus tersebut berada di tangan Polres Jakarta Selatan.

Pertemuan berlangsung selama kurang lebih 40 menit sejak pukul 10.30 WIB. Kedua belah pihak sepakat menggelar audiensi dengan menghadirkan penyidik dari Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus tersebut pada Jumat 19 November mendatang.

"Saya usulkan nanti hari Jumat kita undang penyidiknya dari Polres Selatan untuk menjelaskan sudah sejauhmana progresnya. Kamiagendakan nanti selepas salat Jumat sekitar jam dua siang," tukasnya.
(ded)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 706 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org