Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
POLISI JANGAN RAGU KERJA SAMA DENGAN NEGARA LAIN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 29 September 2000

Jakarta, Kompas
Agar berbagai teror, peledakan dan pengeboman di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dapat terungkap lebih cepat dan akurat, ada baiknya     Kepolisian RI menjalin kerja sama dengan negara lain yang memiliki pengalaman di bidang teror ini. Teror atas masyarakat di Ibu Kota sudah sangat jauh, sehingga penanganan teror ini perlu penanganan yang tuntas.

Pandangan ini dikemukakan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Hendardi dan Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Denny Kailimang sehubungan dengan terjadinya peledakan petasan besar di halaman Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), di Jalan Mendut No 3 Menteng, Rabu (27/9) malam.

Kailimang menyatakan, kekerasan atau teror dalam bentuk apa pun harus dihentikan. "Pengeboman, peledakan granat atau petasan sangat merugikan rakyat. Para elite politik, para penebar kejahatan sadarlah, dan berhentilah menyengsarakan rakyat," jelasnya.

Menurut Kailimang pertikaian antar-elite politik dan sikap kejar para teroris hanya membuat rakyat Indonesia yang sudah tiga tahun didera krisis ekonomi, makin sengsara. "Hentikanlah kekerasan, mari kita hidup bersama secara damai dalam satu bangsa yang utuh. Para penegak hukum pun harus bekerja keras menuntaskan masalah ini," katanya.

Hendardi mengemukakan, ledakan atau teror terhadap umat manusia ini merupakan kasus baru di Indonesia yang kini beruntun terjadi. "Teror ini hal baru bagi jajaran Kepolisian. Untuk itulah, agar dapat mengungkap secara gamblang sehingga tidak menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat, sebaiknya kepolisian jangan ragu bekerja sama dan menggunakan tenaga ahli dari negara lain yang lebih berpengalaman dalam menghadapi kasus teror seperti itu," tuturnya.

Sebab dengan pengalaman yang mereka miliki, kemampuan intelijen maupun ahli bomnya pun jauh lebih baik. Dan tentu dalam kerja sama itu nantinya personal Kepolisian juga dapat menimba ilmu dari mereka. "Hal ini harus dilakukan segera. Jangan tunggu sampai korban berjatuhan lagi," pintanya.

Menyinggung apakah ada hubungan teror bom ini dengan peradilan atas Haji Mohammad Soeharto, Hendardi menyatakan, hal tersebut masih harus dicari bukti-buktinya. Atau kalau memang tidak ada kaitannya, bisa juga penyelidikannya diarahkan kepada anasir-anasir kekuatan lama. (nic)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 534 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org