Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras laporkan penembakan ke Propam

Sumber: web.bisnis.com | Tgl terbit: Rabu, 20 Oktober 2010
Oleh: Anugerah Perkasa
JAKARTA: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) akan melaporkan penembakan oleh aparat kepolisian terhadap salah satu mahasiswa ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri terkait dengan aksi unjuk rasa 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono.

Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan pihaknya bersama LBH Jakarta akan mendampingi perwakilan mahasiswa untuk melaporkan kasus tersebut ke bagian Propam Mabes Polri besok. Menurut dia, penembakan itu merupakan bukti buruk kepolisian menghadapi demonstran.

"Penggunaan senjata itu berlebihan karena polisi tidak terancam jiwanya. Ini merupakan bukti buruk aparat kepolisan dalam penggunaan senjata," ujar Haris di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, dirinya juga tengah berada di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat saat peristiwa bentrokan antara mahasiswa dan kepolisian itu terjadi. Mulanya, sambung dia, mahasiswa melemparkan batu ke aparat karena adanya upaya pembubaran serta penangkapan salah satu mahasiswa, sehingga memancing emosi.

Namun, pelemparan itu hanya berlangsung sekitar 1 menit dan langsung dibalas dengan adanya penembakan oleh sekitar delapan aparat kepolisian. "Ada yang menembakkan itu ke atas dan ke bawah. Saya melihat ada sekitar delapan lebih polisi yang melakukan hal itu," kata Haris.

Selain Propam, Kontras juga berencana mengadukan kejadian itu ke Komnas HAM serta Komisi Polisi Nasional (Kompolnas). Menurut dia, tindakan yang dilakukan kepolisian harus diproses dengan mengungkapkan tindak kejahatannya.

Walaupun demikian, Haris menuturkan sejumlah kasus menyatakan bahwa tindakan semacam ini hanya dikenakan sanksi indisipliner yakni kurungan 21 hari. Padahal, kata dia, ini sangat tidak adil dilihat dari perspektif HAM, karena tak menunjukkan sisi kejahatan dalam peristiwa semacam itu.

Pada hari ini, seorang mahasiswa terkena tembakan di kaki kanannya saat terjadi bentrokan dalam unjuk rasa yang digelar sekelompok mahasiswa di depan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Mahasiswa yang tertembak itu  Farel Restu, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno. Korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Aksi unjuk rasa itu terkait dengan 1 tahun pemerintahann SBY-Boediono yang dinilai tak membawa perubahan penting dalam pemberantasan korupsi, penuntasan kasus HAM serta kesejahteraan rakyat. (ts)


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 760 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org