Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Munculnya Timur Pradopo Kejutkan Banyak Pihak

Sumber: indosiar.com | Tgl terbit: Kamis, 14 Oktober 2010

indosiar.com, Jakarta - Suksesi pucuk pimpinan polri bisa dipastikan tinggal menghitung hari, mengingat  Timur Pradopo hari Kamis (14/10/10) ini tengah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR, sebagai satu-satunya calon kapolri yang diajukan Presiden SBY. Namun munculnya Komjen Timur Pradopo sebagai  satu-satunya calon, cukup mengejutkan banyak pihak, di tengah kuatnya dua calon lainnya yang lebih dulu  muncul, yakni Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Imam Sujarwo. Ada apakah dengan Timur Pradopo?.  Berikut rekam jejak sang jenderal bintang tiga asal Jombang tersebut.

Inilah Komisaris Jenderal Polisi Timur Pradopo, calon tunggal kapolri, saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di depan Komisi Tiga DPR RI, sejak pagi tadi. Nama Timur Pradopo sebagai calon tunggal kapolri  muncul awal pekan lalu, di tengah memanasnya persaingan dua calon lain, yakni Komjen Nanan Sukarna dan  Komjen Imam Sujarwo. Bahkan belakangan muncul juga nama Babareskrim, Komjen Ito Sumardi.

Kontroversi kehadiran Timur Pradopo, tidak hanya pada pencalonannya yang terkesan mendadak, tapi juga  respon yang terkesan berlebihan dari pimpinan DPR RI. Mengingat pada 6 Oktober, hanya sehari setelah pencalonannya, Timur Pradopo diundang pimpinan DPR RI, dalam sebuah pertemuan silaturrahmi yang berlangsung tertutup. Sebuah tradisi yang tidak lazim dilakukan pimpinan DPR selama ini.

Pertemuan sang calon kapolri dengan pimpinan DPR ini kontan mengundang protes dari anggota Komisi Tiga  DPR RI, yang akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap sang calon kapolri. Bahkan protes ini berbuah lahirnya mosi tidak percaya dari Komisi Tiga DPR kepada pimpinan DPR. Karena dinilai telah melakukan intervensi, puluhan anggota Komisi Tiga pun mengguratkan tanda tangan, sebagai dukungan protes terhadap pimpinan DPR, atas pertemuan silaturrahmi dengan calon kapolri.

Pencalonan pria kelahiran Jombang 10 Januari 1956, yang terkesan dipaksakan ini akhirnya diakui oleh  Ketua Kompolnas, yang juga Menko Polhukam, Djoko Suyanto. Meski menurut  Djoko, nama Timur Pradopo sudah masuk dalam 8 daftar nama calon yang ikut dipertimbangkan, namun kepastian pencalonan Timur  sangat singkat, di tengah menguatnya dua calon sebelumnya, yakni Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Imam Sujarwo.

Meski telah mendapat dukungan penuh dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun sejumlah kalangan   menyimpan cacatan hitam terhadap Timur Pradopo. Jejak hitam perjalanan Timur Pradopo ini dicatat oleh para korban tragedi Trisakti dan Semanggi Satu tahun 1998. Mereka menilai, Timur Pradopo mengetahui  persis tragedi kemanusiaan yang menewaskan sejumlah mahasiswa, karena posisinya saat itu sebagai Kapolres Jakarta Barat. Para korban tragedi kemanusiaan ini, mengungkapkan jejak Timur ini di kantor kontras, beberapa waktu lalu.

Jejak rekam serupa juga diungkapkan Ketua Komnas Ham, Ifdal Kasim, saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi Tiga, DPR, hari Rabu kemarin.  Yang sengaja digelar komisi  3 DPR untuk mencari gambaran utuh sosok Timur Pradopo.

Begitu kuatnya kontroversi yang mengiringi pencalonan Timur Pradopo ke kursi pucuk pimpinan polri,  membuat Anggota Komisi 3 DPR RI, sangat berhati-hati menyorot sosok Timur. Bahkan Selasa kemarin,  sejumlah anggota Komisi Tiga DPR melakukan kunjungan langsung ke rumah sang calon, yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten dan Kapolda Jawa Barat ini. Kunjungan di kediaman Timur di Jalan Kucica Delapan,  Bintaro, Kota Tangerang ini, menurut sejumlah anggota dewan untuk lebih mengenal sang calon secara pribadi.

Terlepas dari semua kontroversi dan serangkaian prestasi yang pernah diraih Timur Pradopo, lulusan akademi kepolisian tahun 1978 ini, masyarakat kini menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap sang jenderal bintang tiga. Yang pasti, kehadiran kapolri yang mumpuni sangat diharapkan warga, di tengah banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat. Baik yang bernuansa politis, kemanusiaan, sara hingga kekerasan. (Tim Liputan/Sup)



Kasus terkait Tragedi Trisakti 1998;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 883 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org