Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kapolri: Terima Kasih Semua Kondusif

Sumber: medanbisnisonline.com | Tgl terbit: Kamis, 10 Desember 2009

KAMPAK Sumut Nyalakan Lilin

*dcn/herman/khairunas/hasan/nana/irvan
MedanBisnis – Jakarta
Unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di seluruh propinsi, Rabu (9/12), berlangsung relatif. Kerusuhan hanya terjadi di Makassar, namun itu pun dinilai Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri hanya bagian dari dinamika.

Kapolri pun mengucapkan terima kasih karena aksi antikorupsi berlangsung damai. “Tentunya ucapan terima kasih kepada semua komponen bangsa yang hari ini semuanya ikut memperingati hari antikorupsi dunia,” katanya di Mabes Polri, Jakarta.

BHD juga meminta restu agar Polri, Kejaksaan dan KPK diberi kekuatan untuk memberantas korupsi di Indonesia. “Ini tentunya kita pelihara dan mudah-mudahan situasi kondusif ya. Sudah ada sekarang ini kita pelihara dan akan kita tingkatkan ke depan,” imbuh BHD.

Soal rusuh demo Makassar bagaimana? “Itu dinamika, tetapi semua sudah tidak ada masalah,” kata mantan Kapolda Sumut ini singkat.
Peringatan hari anti korupsi di Makassar berlangsung rusuh. Para pengunjuk rasa merusak KFC Makassar. Para mahasiswa kemudian bergerak ke kampusnya masing-masing. Namun saat melintas di depan mal Karebosi Link, mereka kembali berulah.

Di tempat tersebut para mahasiswa melakukan aksi corat-coret. Mereka menulis berbagai kata-kata kecaman kepada pemerintah di dinding mal dan sebagainya dengan cat semprot. Sejumlah pengelola mal atau pertokoan ketakutan. Beberapa di antara mereka sempat menutup tempat usahanya.

Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Adang Rochjana, mengakui polisi telah kecolongan dalam mengawal dan mengamankan unjuk rasa.

“Kita kecolongan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa, LSM dan oraganisasi masyarakat (ormas) karena para pengunjuk rasa sering berpindah-pindah dalam melakukan aksinya,” kata Adang, di Makassar.

Sedangkan di Jakarta aksi berlangsung aman, dengan mengambil sejumlah lokasi, seperti Monas, Bundaran HI. Insiden kecil sempat terjadi, di mana Komite Aksi Pemuda Antikorupsi (Kapak) membakar patung pocong Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin pun turun tangan untuk menenangkan aksi tersebut.

“Mohon adik-adik Kapak, gerakan ini damai. Ini gerakan moral. Jangan ada bakar-bakaran,” ujar Din di depan Pintu Barat Monas.

Akhirnya massa menurut dan menghentikan aksi bakar-bakaran mereka. Beberapa orator dan tokoh seperti Effendi Gazali dan Sandrina Malakiano tidak bosan-bosannya mengingatkan para demonstran agar tidak melakukan aksi bakar-bakaran atau aksi anarkis lainnya.

Hingga tadi malam, aksi masih berlanjut di depan Gedung KPK. Para mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang sejak lama ‘berkemah’ di depan Gedung KPK membangun panggung untuk pentas seni.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, pentas seni itu akan menjadi tanda berakhirnya aksi ‘berkemah’ di KPK. Para mahasiswa dan aktivis berjanji, jika pentas seni selesai, mereka akan membersihkan halaman KPK dari tenda dan spanduk-spanduk.

Sementara itu, di Kota Medan, demo peringatan Hari Antikorupsi berlangsung aman. Sejumlah elemen masyarakat menggelar demo di beberapa titik lokasi, seperti Bundaran Majestik, Kantor DPRD Medan dan Sumut, serta Kantor Gubsu.

Mereka yang berunjuk rasa, di antaranya Himpunan Mahasiswa Al-washliyah (Himmah), Masyarakat Petani dan Nelayan Peduli Bangsa (MPNPB), Ikatan Pemuda Indonesia (IPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),  Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Kemudian, Pusat Bantuan Hukum Rakyat (PBHR), ARUS Malaka), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, ICMI Muda dan Perhimpunan Aktivis Rakyat Indonesia (PARI), Forum Aktivis ’98, Generasi Muda Nasional Ulama, Serikat Buruh Independen (SBI), Serikat Buruh Sumatera Utara (SBSU), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Perwakilan massa HMI diterima anggota DPRD Medan Muhammad Faisal Nasution dari Fraksi Demokrat. Sedangkan di Kantor Gubsu, perwakilan masas diterima Asisten III Pempropsu, Asrin Naim.

Kepada pengunjuk rasa, Asrin menegaskan mendukung gerakan antikorupsi dan petisi yang diserahkan kepadanya untuk dilanjutkan ke Gubsu dan juga ke Jakarta.

Aksi dilanjutkan dengan penyalaan lilin oleh Koalisi Msyarakat Untuk Pemberantasan Korupsi (KAMPAK) Sumut di bundaran depan Kantor Pos Besar Medan.

Kegiatan yang dilakukan puluhan massa yang terdiri Bakumsu, Kontras Sumut, PBHI Sumut, SSRC-Sumut, LBH Medan, KPS, KOTIB, SBMI, ELSAKA, FSBSI 92, TEPLOK, dan Walhi Sumut itu sebagai simbol Indonesia sedang mengalami masa kegelapan dengan segala bentuk tindak korupsi yang telah menyusup di setiap sendi birokrasi.

Hadir juga, di antaranya Ketua Forum Peduli USU Iskandar Zulkarnain dan anggota DPRD Sumut Samsul Hilal. “Dengan menyalakan lilin ini kita berharap masih ada tersisa gerakan-gerakan masyarakat yang benar-benar komitmen dengan pemberantasan korupsi yang nyata-nyata telah menyengsarakan rakyat,” ujar salah seorang peserta aksi.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 340 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org