Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Pengekangan Kemerdekaan Novel Baswedan Bentuk Pembangkangan terhadap Presiden

Tgl terbit: Kamis, 03 Desember 2015

Pengekangan Kemerdekaan Novel Baswedan

Bentuk Pembangkangan terhadap Presiden

 

Novel datang ke Bareskrim Rabu, tanggal 3 Desember 2015 sekitar jam 10.00 dengan didampingi kuasa hukum. Kemudian Novel dibawa ke Kejaksaan Agung dengan alasan untuk pemberkasan sebelum pelimpahan ke Kejari Bengkulu. Ternyata di Kejakgung tidak ada pemberkasan ataupun pemeriksaan sama sekali.

Tim penyidik ngotot membawa Novel ke Kejari Bengkulu jam 14 hari ini juga. Usulan tim kuasa hukum untuk menunda keberangkatan ke Bengkulu karena Novel belum punya persiapan apapun dan belum pamitan dengan keluarga ditolak. Pemberitahuan ini sangat mendadak karena sejak semalam tidak ada informasi akan ada pelimpahan ke Bengkulu padahal salah seorang kuasa hukum menghubungi penyidik Selasa malam untuk koordinasi hari ini. Novel tetap dibawa sehingga terpaksa baju dan perlengkapan lain dikoordinasikan dengan keluarga.

Kuasa hukum juga mengajukan keberatan karena keberangkatan malam ini tidak beralasan sama sekali. Penerimaan kasus di Kejari hanya Senin dan Kamis. Untuk apa Novel berada di Bengkulu hari Jumat. Atas pertanyaan ini penyidik tidak memberi penjelasan yang memadai. Kabiro Hukum KPK yang merupakan polisi aktif dan sebelumnya bertugas di Bareskrim justru mengusulkan Novel dibawa segera. Karenanya kuasa hukum sempat berdebat pula dengan Kabiro Hukum KPK ini. Kuasa hukum menyatakan hanya Novel yang berhak menentukan berangkat segera atau tidak karena ini menyangkut diri dan kebebasannya. Kepolisian juga menyatakan akan menahan Novel dan ditolak oleh kuasa hukum karena tidak memiliki dasar. Seseorang ditahan apabila ada terlihat ia hendak menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya ataupun melarikan diri.     

Berdasarkan hal-hal di atas TAKTIS menyatakan:

  1. Pelimpahan Novel Baswedan ke Bengkulu tidak beralasan dan bertendensi mencari-cari alasan untuk menahan Novel.
  2. Tindakan Kepolisian ini merupakan pembangkangan terhadap perintah Presiden.
  3. Mengecam keras tindakan penggunaan sarana dan proses hukum untuk tujuan di luar penegakan hukum.
  4. Meminta Presiden untuk menertibkan perbuatan aparat di bawah kewenangannnya.

 

 

Jakarta, 3 Desember 2015,

 

Tim Advokasi Anti Kriminalisasi (TAKTIS)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,978 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org