Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
UPDATE TEMUAN TERKAIT DUGAAN REKAYASA KASUS YANG BERUJUNG VONIS MATI TERHADAP YUSMAN TELAUMBANUA DAN RASULA HIA

Tgl terbit: Sabtu, 28 Maret 2015

UPDATE TEMUAN TERKAIT DUGAAN REKAYASA KASUS YANG BERUJUNG VONIS MATI TERHADAP YUSMAN TELAUMBANUA DAN RASULA HIA

Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dalam dua minggu terakhir ini telah melakukan pengaduan dan koordinasi dengan lembaga-lembaga negara, terkait penyelesaian dugaan rekayasa kasus terhadap Yusman Telaumbanua dan Rusula Hia. KontraS juga telah menurunkan tim investigasi ke Nusakambangan, Riau, dan Nias untuk mencari fakta tambahan.

Pada pertemuan dengan lembaga-lembaga negara: Ombudsman RI, Kemenkumham, dan Komisi Yudisial KontraS meminta kepada Kemenkumham untuk memindahkan Yusman dan Rusula ke lapas yg lebih dekat dari keluarga dan kuasa hukumnya untuk kebutuhan advokasi.

Sedangkan dalam investigasi di Nusakambangan, Riau, dan Nias, KontraS menemukan fakta yang memperkuat dugaan adanya rekayasa kasus yang diantaranya:

Petunjuk Usia Yusman

Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap Yusman Telaumbanua yang mengatakan bahwa pada saat diperiksa oleh penyidik Yusman Telaumbanua mengakui bahwa dia berusia 19 tahun, yang kami nilai bahwa pengakuan tersebut dikarnakan adanya tekanan dan tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh penyidik terrhadap Yusman Telaumbanua, hal ini terlihat jelas dari bekas luka yang dialami oleh Yusman Telaumbanua pada pelipis kanan korban serta berdasarkan keterangan dari Yusman Telaumbanua, yang mana selama proses penyidikan Yusman Telaumbanuan mendapatkan tindakan penyiksaan guna mengakui tindak pidana yang disangkakan, penyiksaan tersebut dilakukan karena Yusman Telaumbanua tidak didampingi oleh Penasehat Hukum, hal ini dikuatkan dengan penetapan penujukan penasehat hukum terhadap Yusman Telaumbanua oleh Majelis Hakim PN Gunungsitoli pada bulan Januari 2013, sementara proses penyidikan di tingkat kepolisian sudah dilakukan sejak tahun 2012. Selain itu, berdasarkan keterangan dari salah seorang Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut sempat mensekors sidang dikarenakan adanya pengakuan dari Yusman Telaumbanua yang mengatakan bahwa dia lahir pada tahun 1996 (usia 16 tahun pada saat proses hukum dilakukan).

Terkait dengan pengakuan Yusman yang lahir pada tahun 1996, hal itu dikuatkan dari pencatatan stanbook gereja yang menjelaskan bahwa Yusman Telaumbanua lahir pada tanggal 05 November 1996, pencatatan stanbook yang dilakukan oleh pihak gereja juga dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi - sakasi dari tetangga keluarga Yusman Telaumbanua yang menjelaskan bahwa Yusman Telaumbanua lahir pada tahun 1996.

Tidak hanya itu, Keterangan warga Desa Hilionozega menyatakan Yusman lahir tahun 1996 Keterangan warga yang anaknya dibaptis bersamaan dengan Yusman menyatakan bahwa Yusman memang lahir tahun 1996. Selain itu, keterangan warga lain juga mengatakan masih mengingat peristiwa pembaptisan Yusman di Desa Hilionozega pada tahun 1996 saat Yusman masih bayi.

Masih Terdapat Luka Bekas Penyiksaan yang Dialami Yusman dan Rusula

Di kepala Rusula terdapat bekas luka sepanjang 3 cm akibat dipukul dengan balok kayu oleh anggota polisi Polres Gunungsitoli. Selain itu, di alis kanan Yusman masih ada bekas luka dipukul dengan cincin oleh penyidik Polres Gunungsitoli berinisial A yang memaksanya untuk menyatakan usianya sudah 19 tahun.

Berdasarkan fakta-fakta diatas, KontraS melihat bahwa dugaan rekayasa kasus semakin kuat dan tidak memenuhi prinsip-prinsip peradilan yang baik (fair trial). Maka dari itu, KontraS mendesak lembaga-lembaga negara untuk:

Pertama, Menteri Hukum dan HAM RI untuk mempercepat proses pemindahan Yusman dan Rusula dari Lapas Batu, Nusakambangan, ke lapas di wilayah Jabodetabek. Kedua, Kapolri untuk menyidik dan menindak anggota polisi Polres Gunungsitoli yang terbukti melakukan penyiksaan dan pemalsuan identitas Yusman saat proses penyidikan. Ketiga, Ombudsman RI untuk mengeluarkan rekomendasi atas dugaan tindakan maladministrasi dalam proses penyidikan oleh penyidik Polres Gunungsitoli serta melakukan investigasi tekait dengan keluarnya data kependudukan oleh Dinas Kependudukan. Keempat, LPSK untuk memproses mekanisme perlindungan bagi keluarga Yusman dan Rusula serta saksi-saksi bagi mereka. Selain itu juga memproses bantuan psikologis bagi Rusula yang mengalami gangguan psikologis di Lapas Batu, Nusakambangan. Kelima, Komisi Yudisial untuk mengumumkan hasil investigasi sementara terhadap hakim yang menyidangkan kasus tersebut.

Jakarta, 28 Maret 2015

Haris Azhar
Koordinator KontraS

Cp: Satrio Wirataru (085694359543)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 3,081 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org