Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Counter Terrirsm Menjadi Terror Baru Bagi BMI

Tgl terbit: Rabu, 19 Oktober 2005

Siaran Press

"Counter Terorism menjadi terror baru bagi BMI"

Reaksi aparat Kepolisian da1am menangani aksi Terorims telah membawa ancaman terror terhadap Buruh Migran Indonesia, dan menambah catatan panjang kesengsaraan Pahlawan devisa. Ha1 ini terbukti Setelah Polisi Menangkap Djejen, fachrudin dan beberapa rekannya, terkait kemiripan wajah Djejen dengan Dr. Azhari.

Ancaman terror tersebut dapat dilihat dari beberapa hal :

Pertama, Banyak BMI yang memiliki Identitas Palsu.
Counter Terorism oleh Polisi dan Intelijen yang dilakukan salah satunya pada asumsi adanya identitas palsu, dengan satu pola pendekatan yang represif dan cenderung berlebihan dalam melakukan operasi.

BMI yang faktanya memilki identitas palsu tersebut dalam konteks ini mengalami tambahan ancaman bagi keselamatan mereka. aksi yang ditunjukkan oleh Polisi terhadap Djejen, dkk, yang notabene adalah calon TKI un documented menjadi sinyalemen awal ancaman tersebut.

Padahal. identitas palsu dalam masalah BMI adalah masalah yang secara sistematis di ciptakan oleh PJTKI dan aparat Negera.
Kedua, banyak BMI yang migrasi dengan jalur -jalur cultural dan tanpa document. yang sudah mereka lakukan sejak belum berdirinya Republik Indonesia, misalkan saja ke malaysia ataupun ke Australia.

Aksi yang berlebihan dari aparat kepolisian dalam menangkap Djejen, dkk, yang pada akhimya menjadikan undocumented dan pemalsuan idenditas sebagai alasan kedua W1tuk tetap melakukan penangkapan, semakin menambah kesengsaraan BMI. BMI Undocumented yang mendapat represi dari Negara tujuan dan ditelantarkan oleh Indonesia, semakin terancam keselamatannya dengan aksi counter terrorism.

Disisi lain, aksi berlebihan terhadap Djejen dan rekannya juga menunjukkan bagaimana aparat kepolisian destroktif terhadap hak masyarakat sipil secara umum dan mengancam civilliberties. Beberapa catatan penting dalam konteks ini ;

Telah terjadi penangkapan secara sewenang-wenang dan pembatasan hak komunikasi (incomonicado detention), perampasan persamaan hak dimuka hukwn tanpa menghadirkan pendamping / lawyer.

Berangkat dari masa1ah diatas kami menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Mengecam perilaku berlebihan dan pelanggaran hak sipil Djejen dkk yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
  2. Meminta setiap aksi counter terrorism dapat dipertanggung jawabkan secara public agar tidak bias terhadap pelanggaran hak sipil politik dan mengancam civil liberties.
  3. Meminta kepolisian da1am aksi counter terrorism, sensitif terhadap masalah dan realitas buruh migrant Indonesia

Jakarta, 19 Oktober 2005

Choirul Anam, HRWG
Romo Sandyawan, Sanggar Ciliwung Merdeka
HADI , SBMI ( Serikat Buruh Migran Indonesia )
Edwin Partogi, KontraS
Trisakti Rahim, KOPBUMI
Faisal, Migrant Care



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 8,409 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org