Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Arogansi Anggota TNI, Perilaku Ekslusif yang Terus Menyebar

Tgl terbit: Kamis, 29 Agustus 2013

Arogansi Anggota TNI, Perilaku Ekslusif yang Terus Menyebar

KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mengecam praktek anggota TNI yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil diberbagai tempat dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa demi peristiwa ini menandakan bahwa masih ada anggota-anggota TNI yang melihat dirinya sebagai kelas unggulan atau eksklusif dibandingkan warga sipil. Praktek kekerasan dan situasi seperti ini salah satunya diakibatkan oleh lemahnya penegakan hukum, lemahnya kontrol komando serta masih kuatnya budaya kekerasan dianggota TNI.

Dalam catatan KontraS beberapa hari ini telah terjadi sejumlah kasus kekerasan, diantaranya:

Pertama, Pada 2 Agustus 2013 Seorang karyawan perusahaan bus dianiaya oleh tiga oknum Marinir di area peron Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2013) siang. Korban mengalami luka di kepalanya. ”Korban bernama Sabam, pegawai PO Tri Mulya. Pelaku berjumlah tiga orang, salah seorang berpakaian Marinir. Namun, pelaku sulit dimintai keterangan. Beberapa saksi mengetahui bahwa korban dihantam pakai rantai bergembok yang diambil dari tasnya di area kepala sampai berdarah-darah dan bocor kepalanya.

Kedua, Pada minggu 25 Agustus 2013 Peristiwa di depan Kompleks TNI AD, Jalan Raya Bogor berkaitan dengan peristiwa perkelahian disertai dengan aksi penembakan yang menimbulkan korban tewas Muhamad Saefullah (15 th) dan luka-luka yakni Muh Rizky (19 th), Zulham Harahap (38 th) di depan Komplek Mezikon (Resimen Zeni Konstruksi) TNI AD, Jalan Raya Bogor, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, lalu.

Ketiga, Pada 17 September 2012 yang terungkap kemudian pada 29 Agustus 2013 telah terjadi peristiwa penyiksaan yang dilakukan oleh Praka Meirizal, yang selanjutnya diketahui adalah anggota di Kodam I BB terhadap dua pelajar di Medan. Penyiksaan tersebut baru diketahui didalangi oleh anggota TNI setelah pelaku ditangkap karena melakukan penjambretan di daerah Kota Binjai dan nyaris dibakar massa. Dia langsung ditahan dan akhirnya kasus penyiksaan yang pernah dilakukan sebelumnya terbongkar, namun tidak ada upaya untuk menggali lebih jauh alasan dilakukan tindakan penyiksaan tersebut.

Kami meminta agar proses hukum ditegakan dengan baik dan jujur serta memberikan pemulihan kepada korban atau keluarganya. Pemulihan harus berupa keadilan hukum, pemulihan kondisi serta penataan institusi/kesatuan/struktur komando yang mampu merubah dan mengontrol sikap arogan. Situasi ini juga tantangan bagi Panglima TNI yang baru Moeldoko, untuk memastikan minimnya kekerasan dan terbukanya proses hukum. Kami juga meminta agar Komnas HAM bisa bekerja dengan baik dan benar untuk memeriksa kasus kekerasan yang dilakukan oleh TNI.

Jakarta, 29 Agustus 2013

Badan Pekerja KontraS

 

Haris Azhar

Koordinator



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 3,856 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org