Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
KEGIATAN
Pameran Foto Internasional Para Pembela Hak Asasi Manusia



Tgl terbit: Selasa, 17 September 2013

Pameran Foto Internasional Para Pembela Hak Asasi Manusia

'Striving for Human Rights'


KontraS bekerjasama dengan FIDH (Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia) menyelenggarakan pameran foto pejuang hak asasi manusia internasional dengan tema ‘Striving for Human Rights’ (Berjuang untuk Hak Asasi Manusia). Kegiatan ini diselenggarakan selama 5 hari, sejak tanggal 5 hingga 9 September 2013 di Gallery Melly’s Garden, Kebon Sirih, Jakarta. Pameran yang menampilkan 25 foto pejuang HAM dari berbagai negara termasuk Indonesia ini dilaksanakan sebagai bentuk peringatan 9 tahun Kematian Munir Said Thalib.

Munir dibunuh pada tanggal 7 September 2004 dalam perjalanannya melanjutkan studi ke Belanda. Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir hingga saat ini belum tuntas, pertanggungjawaban pelaku hanya menyentuh pelaku lapangan. Munir yang selama hidupnya telah berjuang untuk kepentingan kemanusiaan dan mendampingi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia. KontraS menilai pameran foto pejuangan HAM internasional ini juga sebagai bentuk keprihatinan atas lemahnya negara dalam memberi perlindungan pada pembela HAM.

Secara resmi, pameran foto ini dibuka pada tanggal 5 September dan terbuka untuk umum hingga tanggal 9 September 2013. Koordinator KontraS, Haris Azhar, membuka secara resmi kegiatan ini. Secara bergantian sambutan-sambutan disampaikan, diantaranya oleh Souhayer Belhassen (mantan Presiden FIDH), Suciwati (istri dari almarhum Munir Said Thalib), Anwar Sadat (Direktur Walhi Sumsel), dan Olga Hamadi (Koordinator KontraS Papua).

Suciwati menyampaikan harapan agar kasus pembunuhan terhadap suaminya, Munir dapat segera diungkap. “Sampai saat ini pemerintah masih belum menunjukkan usahanya dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan Munir”. Keadilan berlangsung suram karena fakta kebenaran ditutupi dan pelaku pembunuhan Munir masih bebas berkeliaran, hal itu kembali ditegaskan oleh Haris Azhar, dalam siaran pers yang berlangsung setelah acara pembukaan. Sedangkan Anwar Sadat dan Olga Hamadi menyampaikan bahwa semangat Munir telah menginspirasi para penggiat HAM lainnya terutama di Indonesia secara konsisten memperjuangkan HAM.

Di acara ini, publik dapat mengenali sosok para pejuang HAM dari Indonesia maupun dari negara-negara lain. Di galeri ini para pengunjung mendapatkan gambaran profil, isu-isu yang diperjuangkan oleh para pejuang HAM serta bentuk-bentuk ancaman yang dialami.

Adapun diantara 25 foto-foto pejuang HAM yang ditampilkan adalah Munir, Widji Thukul, Udin (jurnalis), Pdt. Palti Panjaitan, Tama S. Langkun, Aisyah (Pejuang wanita dari Kontu-Muna) dan beberapa sosok lainnya. Sedangkan pejuang HAM internasional seperti Adilur Rahman Khan (Bangladesh), Nabeel Rajab (Bahrain), Sombath Somphone (Laos), Hilaria Supa Huaman (Peru), dan lainnya.

 



Kasus terkait Pembunuhan Munir 2004;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 1,595 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org