IP Anda:
 
 
54.226.173.169
 
     
 
KASUS MUNIR
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK
PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
Kasus Penculikan Aktivis
1997 - 1998
[ Klik disini ]
 
AKSI DIAM KAMISAN
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan
Data

hapus hukuman mati

Utama
Berita
  Untitled Document
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007

Satinah Korban Ketidakadilan Sosial

Besok, atau tepatnya 3 April 2014, Satinah TKI asal Ungaran, Jawa Tengah terancam akan dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi akibat divonis bersalah lantaran membunuh majikannya, Nurah binti Muhammad Al Gharib dan mengambil sejumlah uang real milik majikannya tersebut.

Kami menganggap bahwa penghukuman ini adalah bentuk ketidak adilan terhadap kelompok rentan seperti para Tenaga Kerja Indonesia. Disatu sisi, orang seperti Satinah dan banyak TKI lainnya, bekerja dengan kondisi yang kerap sangat rentan dan tak terlindungi. Selain jauh dari keluarga, TKI harus bekerja tanpa perlindungan; ancaman kekerasan domestik ditempat kerjanya sampai pada ketiadaan perlindungan hukum. Banyak dari TKI yang meninggal akibat korban kekerasan. Ada pula yang disiksa. Tak jarang ada banyak ketiadaan informasi yang cukup atas peristiwa-peristiwa kekerasan ini. Sementara, disisi lainnya, para TKI sangat mudah dihukum jika melakukan kekerasan, tanpa bantuan hukum (yang layak). Para TKI selalu dalam kondisi yang dilemahkan, baik ketika menjadi korban ataupun ketika dituduh sebagai pelaku pelanggaran hukum.

Kondisi ini adalah kondisi yang berulang. Hal ini bisa terjadi akibat, ketidak ketagasan Pemerintah RI untuk menerapkan Perjanjian Internasional atas Perlindungan Buruh Migran dan Keluarga—dimana Indonesia sudah menjadi negara peserta perjanjian ini ; dan tidak tegas dalam membela hak warga negara yang dijamin di Konstitusi Indonesia. Kedua hal ini harus dijadikan catatan penting ke pemerintah Arab Saudi untuk memahami tingkat kualitas penghormatan dan perlindungan Negara ke warganya di Indonesia.

Untuk itu kami dari KontraS meminta agar Pemerintah indonesia segera membuat sikap yang tegas lewat kasus Sutinah untuk meminta Arab Saudi Membebaskan Sutinah dari hukuman Mati dan menggantinya dengan hukuman lain yang manusiawi.

 

Jakarta, 2 April 2014

Badan Pekerja KontraS

 

 

Haris Azhar

Koordinator

 

 

Copyright © 2007 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564 | Fax: 021-3926821 | Email: kontras_98@kontras.org |Webmaster: Pemelihara@kontras.org