Tabulasi Kekerasan dan Pelanggaran Hukum Oleh TNI
Januari - Juli 2006
No Peristiwa Pelaku Korban Proses Hukum Ket
  Lokasi Waktu Kronologis Nama Kesatuan Wilayah kasus Nama/usia Alamat Kondisi 
1 Jakarta 2 Januari 2006 Kepala kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Kombes Dede Suryana mensinyalir masih ada dua peti berisi 40 pistol yang kini diperjual belikan sindikat tersebut. Kasus ini terungkap setelah Polisi menangkap anggota TNI, Prajurit satu MRJ dan MT, warga Koja Jakarta Utara dalam penyamaran di jalan Raya Cilincing tanggal 30 Desember lalu. Dari para penjual pistol ilegal itu Polisi menyita dua pistol jenis FN kaliber sembilan milimeter, masing - masing bermerek Pietro Beretta warna perak buatan Italia dan Browning HI - FI power Automatic warna hitam buatan Belgia serta tujuh butir peluru kaliber sembilan milimeter. Prajurit astu MRJ, Sersan Satu TM Alteleri Pertahanan Udara Tanjung Priok Kodam Jaya Penjualan senjata api Illegal       MRJ diserahkan ke Pomdam Jaya, sedangkan sersan satu TM lolos saat diincar Kapendam Jaya, Letkol Apang Supandi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya anggota TNI yang diduga terlibat sindikat jual beli senpi, anggota itu berpangkap Praka berinisial MJ MT, makelar bisnis senjata api itu, satu pistol tanpa surat ijin dijual Rp 10 juta. Kapolres Metro Jakarta Utara Dede Suryana menyatakan, pistol - pistol yang diperjualbelikan sindikat itu dicurigai merupakan senjata api yang digunakan dalam sejumlah perampokan belakangan ini. Pada 22 Desember lalu, anggota satuan pengamanan Bank Mandiri tewas ditembak perampok Bank.
2 Tanah Abang Jakarta Pusat 3 Januari 2006 Juru parkir, Ujang 27, melihat PE mencuri Helm dilokasi parkirnya. Dia lalu meneriaki PE sebagai maling sehingga warga datang dan mengeroyoknya. Sersan berinisial  PE     Mencuri Helm       dibawa ke Kogar I TNI AD  
    3 Januari 2006 Jubir Polda Metrojaya, Kombes Polisi I Ketut Untung Yoga Ana, mengatakan pelaku peredaran senjata api ilegal terancam hukuman penjara 5 - 12 tahun. Anggota Angkatan Laut dikenai sanksi administrasi Oknum anggota TNI Angkatan Laut     Pengedar senjata api ilegal       sanksi administratif  
3 Tegal 10 Januari 2006 Tertangkapnya seorang pengedar Upal; kali pertama diketahui salah seorang kondektur Bus. Sebab, pelaku pada sabtu lalu, naik bus dan membayar dengan menggunakan Upal. Pelaku bernama Heri Purnomo (51), warga jalan Langgar No 19 Rt 4 Rw 7, kelurahan Jati Mulya Kecamatan Tambun Bekasi. Saat dibekuk pelaku sedang asyik nongkrong diterminal bus kota Tegal. (Purn TNI AD) Heri Purnomo     Mengedarkan Uang Palsu       Dibekuk dan diselidiki Reskrim Polresta Tegal  
4 Pelalawan 7 Januari 2006 Terjadi sabtu siang, sekitar pukul 12.00 tiga sekawan itu dengan mobil Opel Blazer sewaan mendatangi rumah Kusnadi (40) di Desa Payu Atap, kecamatan Pangkalan Lesung, Pelalawan. Kusnadi dipilih karena ia mengetahui usaha eceran bahan bakar milik korban adalah illegal. Dari hasil pengamatan AS, Kusnadi memperoleh pasokan minyak tanah, bensin dan solar dengan menampung "kencing" dari mobil - mobil tangki pertamina Dilakukan oleh tiga orang, satu orang disebutkan oknum Angkatan Udara berinisial Prajurit Satu N (27),  dan Oknum LSM berinisial ES(37) dan serta wartawan berinisial  AS (40) Pangkalan TNI AU Pekan Baru Komandan Pangkalan TNI AU Pekan Baru, Kol. Penerbang Bonar Hutagaol pemerasan uang sebesar 25 juta  Kusnadi Kabupaten Pelalawan Riau   Ketiganya mendekam di Polres Pelalawan Komandan Pangkalan TNI AU Pekan Baru, Kol. Penerbang Bonar Hutagaol membenarkan bahwa N adalah anak buahnya, tersangka berpangkat Prajurit Satu dan bertugas di bagian Logistik yang mengurusi persenjataan.
5 Matraman 14 Januari 2006 dalam kondisi mabuk melempari Musholla Baitul Salam dijalan Bunga Palmeriam Matraman Jakarta Timur, dia juga merusak rental komputer dan menganiaya dua orang yang berusaha menangkapnya Sersan satu RS Direktorat Peralatan TNI AD (Ditpalat TNI AD) Kodam Jaya Mabuk dan melakukana pengrusakan       ditahan di Pomdam Jaya Kepala penerangan Kodam Jaya Letkol (CHK) Apang Sopandi mengatakan, sertu RS suah ditahan di Pomdam dan akan dikenakan proses hukum karena perbuatannya sudah termasuk tindak pidana.
6 Matraman 14 Januari 2006 Peristiwa bermula sekitar pkl. 02.30 pagi, pelaku usai pesta minuman keras di Gunung Antang masih dengan atribut TNI celana loreng kaos loreng, dan sepatu PDL. Dia mendatangi dua tukang ojek yang sedang main catur tanpa permasalahan yang jelas menganiaya keduanya. Tidak puas pelaku masuk ke Gang Bunga Rampai, berpapasan dengan Hardiansyah, pegawai Rental Komputer, tanpa alasan jelas mengajar Hardiansyah dan mengacak acak rental komputernya.Aksinya berlanjut dengan merusak wartel yang tidak jauh dari rental Komputer. Karena tidak ada perlawanan, oknum aparat itu lalu mengejar warga. Maka, warga lari berhamburan. Lagi - lagi rumah warga terkena imbasnya. Rumah Sunayah (40), warga setempat turut dirusak. Kekesalan warga baru muncul ketika pelaku merusak bangunan Musholla Baitussalam Sertu Robert Sinai Direktorat Peralatan TNI AD (Ditpalat TNI AD) Kodam Jaya Mabuk dan melakukana pengrusakan 2 orang tukang ojek, Hardiansyah, Sofyan     Diserahkan ke POMAD  
7 Makassar 16 Januari 2006 sidang yang dipimpin Letkol Sunardi SH yang sekaligus Kepala Pengadilan Militer 316 didampingi 2 hakim anggota. Dalam surat Dakwaan, oditur militer Letkolsus Bambang Ariwibowo menyebutkan ketiga terdakwa melanggar Pasal 160 dan Pasal 406 KUHP tentang penghasutan dan pengrusakan. Pratu Sirajuddin, Koptu Alimuddin, dan Pratu  Yusmianto Anggota Batalyon Raider   Terlibat penyerangan di Desa Banrimanurung       di sidang di Pengadilan Militer 316. Oditur Militer Letkol Sus Bambang Aribowo menyebutkan ketiganya melanggara Pasal 160 dan Pasal 406 KUHP tentang penghasutan dan pengrusakan dan divonis 2 bulan 15 hari   
8 Surabaya ####### Kasus Pembunuhan terjadi pada 21 September 2005, ketika itu sedang berlangsung sidang pembacaan putusan perkara harta gono - gini antara Irfan dan Eka Suhartini di pengadilan Agama Sidoarjo Kolonel Laut  M Irfan     Pembunuhan Eka Suhartini (Istri ) dan Ahmad Taufik (Hakim)   Meninggal ditempat Disidangkan di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya  
9 Semarang 18 Januari 2006 Tersangka menembak Amir Romadhon diduga karena motif balas dendam. Amir yang bekerja sebagai operator Perusahaan Jasa Penyalur TKI (PJTKI) PT Panca Mega Bintang Boja - Kendal diduga pernah membatalkan keberangkatan Nining, adik tersangka saat akan berangkat ke Malaysia. Padahal paspor, KK dan surat - surat lainnya sudah berada ditangan Nining. Nmun ada motif lain, yaitu masalah wanita. Koptu Kuat P Anggota TNI dikodam Diponegoro Kodam V Diponegoro Penembakan Amir Romadhon Kp Rambutan, Rt 2 Rw 6 Lemah Mendak Mijen ditembak dikepala Koma di RS  Dibekuk Reskrim Polwiltabes Semarang  
10 Manado 28 Januari 2006 Seorang warga menyaksikan puluhan anggota Den Zipur bentrok dengan petugas Unit Patroli Samapta Polresta Manado. "Peristiwanya begitu cepat, saya langsung berlari menyelamatkan diri ketika terjadi perkelahian," kata Jantje seorang warga. Den Zipur dan Petugas Unit Patroli Samapta       Serda Farly Achmad (meninggal) dan tiga anggota lainnya cidera beberapa wartawan dianiaya saat melakukan kegiatan jurnalistik       Kepala kepolisian Daerah Sulawesi Utara Brigjen Pol. Gordon Mogot memerintahkan agar persitiwa itu diusut tuntas. Hal sama juga dinyatakan Wakil komandan Den Zipur 4 Mando Kapten Yusuf Aksa. Kepala Penerangan Korem 131 Santiago Kapten Ibnu Prawiro enggan memberi keterangan, " kami belum tahu jelas sebab kematiawne korban tetapi indikasi kuat korban mengalami kecelakaan".
11 Tangerang 1 Februari 2006 Kasus penjualan Senpi itu terjadi pada 2001, otaknya adalah Aco Ardi, Supartono berperan dalam membantu Aco mengambil senpi dan ribuan amunisi di Gudang senjata Brigif I kemudian mereka menjualnya kepada GAM. Sertu Supartono dan prada Aco Ardi Munasir Anggota TNI dari Yonkav - 9 / BU Brigif I PJK / JS Kodam Jaya Penjualan Senpi       Dijerat Pasal 141 jo pasal 55 dan Pasal 149 KUHPM serta Pasal UU darurat RI No 12 Tahun 1951 tentang jual beli senjata. Aco divonis penjara 7 tahun dan supartono divonis penjara 4 tahun   
12 Kendari 29 Januari 2006 Peristiwa penembakan itu terjadi dalam sebuah pesta yang diadakan oleh penduduk setempat. Menurut Komandan Korem 143 Haluoleo kendari Kol Kav Wahchju Rijanto, kasus tersebut merupakan kejadian tidak disengaja. Sebab berdasarkan saksi mata, pelaku hanya mencoba mengeluarkan tembakan peringatan, namun akhirnya menelan korban jiwa. Kapolres Bombana AKP Budi Sapto membernarkan anggota TNI terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan kepada pemuda yang bernama Andi Asrif yang diduga mabuk dalam acara pesta perkawinan.  Serka Nur Kumala (Babinsa) Anggota Koramil 1413 Poleang Kabupaten Bombana Komandan Korem 143 Haluoleo Kendari Kol Kav Wachju Rijanto Penembakan Sunarti, Mahajir, dan Andi Asrif   Sunarti luka tembak diperut tewas seketika, sedangkan dua korban lainnya masing - masing Andi terkena Kepala dan Muhajir terkena lehernya keduanya dirawat di RS Ismoyo (RS Korem) kota Kendari. ditahan di markas DENPOM Kendari  
13 Medan 1 februari 2006 Menurut Jubir Kodam I Bukti Barisan Lekol Hardi Ariyanto, Penangkapan itu bermula dari kasus utang piutang antara Guntur dan Sari. Guntur tidak bisa membayar utangnya sebesar 50 Juta. Sari meminta bantuan ketiga perwira tersebut untuk menagih utangnya. Namun saat ditemui Guntur tidak ada ditempat, sebagai gantinya, kl dan mhd membawa saudara guntur, Fachrial, ke Hotel Labana In di Medan  Kapten KL (Danramil 22/ Gunung Meriah), Kapten Mhd, (Danramil 14 / Persiapan) dan Kapten Zu Danramel 24/ Rambutan   Kodim 0204 Deli Serdang Penyekapan dan Narkoba Fachrial   disekap di hotel Labana ketiganya ditahan di Detasemen Polisi Militer Medan Menurut Jubur Kodam I Bukit Barisan Letkol Hardi Ariyanto, penyidik militer menemukan zat - zat psikotropik atau Narkoba dalam urin KL dan kawan - kawan. Jadi mereka melakukan pelanggaran disiplin tidak murni dan narkoba.
14 Jakarta 9 Februari 2006 Sersan Dua TNI Bachtiar dan Brigadir Kepala Yurial jumat lalu ditangkap Kepolisian Metro Bekasi terkait dengan kepemilikan 18.535 butir ekstasi senilai 2,8 milyar Sersan Dua TNI Bachtiar Anggota TNI Angkatan Darat pasukan Zeni  komando Darat Kodam Jaya Pengedar Ekstasi       Ditahan diruang Tahanan Polisi Militer Kodam Jaya semula ditahan di POM Kodim Bekasi. Minggu malam di pindahkan ke Jakarta. Pomdam Jaya punya waktu 200 hari untuk menahan dan memeriksa Bachtiar, Setelah berkas lengkap kasus ini akan dilimpahkan Pomdam Jaya ke Oditur Militer TNI lantas ditahawn di RTM Cimanggis  
15 Surakarta 13 Februari 2006 Aparat Denpom IV/ 4 Surakarta sabtu dini hari, menggelar operasi penertiban dan disiplin bagi anggota TNI yang kerap mengunjungi klub malam. enam anggota TNI dari berbagai kesatuan terjaring. Salah satu yang berhasil diamankan Letda Inf M Dum (Mantan Danramil 18 Girimarto Wonogiri dan sekarang menjabat Intel Kodim 0728 Wonogiri)             dibawa ke POM TNI AD dan AU  
16 Batam 19 Februari 2006 Korban penembakan tewas ditempat saat mencari ikan diperairan Tukong Hyu pada 16 Februari lalu. Pria 29 tahun itu ditembak dengan senjata laras panjang dari tug boat mitra kencana VI. Oknum TNI yang masih dirahasiakan identitasnya     Penembakan Jang Lajo (29)   tewas ditempat Kepala Stasiun Reserse Kriminal Polres Karimun Ajun Komisaris Edward Indharmawan menyatakan pelaku kemarin dibawa ke Mabes Polri Jakarta  
17 Jakarta 21 Februari Kepolisian Daerah Metro Jaya menggulung sindikat pencurian mobil kemarin. Dari sembilan tersangka, seorang diantaranya anggota TNI Angkatan Darat, yaitu sersan satu Eko anggota pusat pendidikan kesehatan TNI AD dari sembilan tersangka, satu diantaranya anggota TNI AD yaitu Sersan Satu Eko Anggota Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD   penadah Mobil Curian       Kepala satuan pencurian kendaraan bermotor, Ajun Komisaris Polisi Besar Edy Tambunan, menyatakan Oknum TNI itu sebagai penadah dan penjual mobil curian. Dia sudah diserahkan ke PUSPOM TNI. Barang bukti yang disita adalah 18 unit mobil  
18 Jakarta 22 Februari kolonel Ngadimin selaku badan pengelola Tabungan Wajib Perumahan TNI menggunakan dana  Tabungan Wajib Perumahan anggota TNI 29 miliar untuk investasi. Ngadimin membuka deposit fiktif di bank Mandirisenilai 29 miliar pada pertengahan mei 2005. Ngadimin memberikan uang komisi kepada kepala kantor kas PT bank Mandiri cabang kemang Palza H.P. Simbolon Rp. 800 juta untuk.  bantuan penerbitan. deposito fiktif. aksi ini terbongkar 18 Januari 2006 ketika pihak TNI hendak mencairkan deposito tersebut      kolonel ngadimin dan H.P Simbolon     menggunakan tabungan wajib perumahan TNI untuk investasi dan membuka rekening fiktif       pusat polisi militer TNI telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anak buah kolonel ngadimin. Dan Ngadimin telah dijadikan tersangka. Simbolon sudah dibekuk di Kator Pusat Bank Mandiri Jl gatot Subroto  
19 Jakarta 22 Februari 2006 kasus dugaan korupsi DEPHAN temuan dari BPK, yang disampaikan pada sidang paripurna DPR 15 Maret 2005. Terkait dengan pengadaan empat helikopter MI 17 menggunakan fasilitas kredit ekspor (KE) di DEPHAN TNI-AD sebesar US$3,24 dengan tersangka lebih dari satu orang  berinisial AK (Direktur Inti Sarana Bina Sakti). Ketrlibatan anggota TNI masih dalam proses pengkajian tim penyidik     Korupsi di DEPHAN       Timtas Tipikor telah menetapkan seorang tersangka berinisial AK  
20 Paniai Papua 26 Februari 2006 terjadi penembakan Jumat (20/1) pukul 07.30-08.00, dipicu soal perbaikan jembatan. Warga yang sedang memperbaiki jembatan melakukan pungutan uang untuk perbaikan sarana yang rusak, termasuk anggota TNI yang melintas. Hal ini menimbulkan keributan yang menimbulkan penembakan. dua warga sipil mengalami luka berat sehingga harus menjalani perawatan yang lama, kehilangan pekerjaan, dan kegiatan  pendidikan terganggu.   Letda Arif Budi Situmeang divonis 8 bulan  penjara Letda Arif Budi Situmeang     penembakan dua warga sipil Paniai luka berat vonis 8 bulan penjara. Terdakwa mengajukan banding  
21 Bogor 27 maret  2006 Yuliadi dengan tubuh terbungkus seragam TNI lengkap keluyuran diepan sebuah warung kopi, didepan asrama Yonif 315 Garuda Bogor. Sementara didalam warung kopi tersebut tengah nongkrong sejumlah anggota Yonif 315 Garuda. Ketika disapa dengan salam tentara Yuliadi membisu, seketika itu para tentara yakin bahwa pemuda itu tentara itu gadungan. Langsung saja menyapa dengan salam yang lain, yakni memukulinya beramai - ramai hingga babak belur. Seusainya Yuliadi dibawa ke Mapolresta Bogor Sejumlah Anggota TNI AD Yonif 315 Garuda     penganiayaan Yuliadi Pidie NAD Babak Belur    
22 Bogor 16 maret 2006 peristiwa tersebut bermula ketika keduanya berpura - pura menjadi Polisi dan menggrebek para penjudi kartu di Blok A pasar Anyar. Karena yang datang aparat penjudipun mencoba kabur, namun apes bagi Ahmad dan Yayat, keduanya berhasil ditngkap oleh Roby.  Saat itu Roby langsung mengamankan dompet yayat yang bersisi 300 ribu. Melihat dompetnya diambil, yayat marah dan menyerang oknum TNI tersebut. Mendapat perlawanan Roby langsung menganiaya Yayat hingga ambruk. Mendengar keributan tersebut, tiga anggota Satpol PP yang sedang bertugas langsung melerai keributan tersebut. Namun anggota Satol PP malah kena Bogem Oknum anggota TNI AD dari kesatuan 315 Gunung Batu bernama Roby (36)     Pemukulan Yayat dan 3 orang Satpol PP Bogor babak belur dibekuk mapolresta Bogor dan sudah dilimpahkan ke kesatuannya  
23 Surabaya 2 maret 2006 Terdakwa Kolonel Laut M Irfan Jumroni divonis mati oleh Majelis Hakim Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya Jawa Timur. Majelis Hakim yang diketuai Kolonel CHK. Burhan Dahlan memerintahkan agar terdakwa dipecat. Dalam amar outusan setebal 172 halaman disebutkan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah membunuh dua orang, yakni mantan istrinya, Eka suhartini, dan Hakim Ahmad Taufiq dipengadilan Agama Sidoarjo pada 21 September 2006. Kolonel Laut  M Irfan     Pembunuhan Hakim Ahmad Taufik dan Eka Suhartini (mantan istrinya) Surabaya tewas ditempat Divonis Mati oleh pengadilan Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya  
24 Timika 20 maret 2006 keributan dipicu kekisruhan retribusi ilegal yang ditarik pemuda asal desa Gakokuba Paniai sekitar Pkl 08 00 WIT, sekelompok pemuda mendatangi Polsek Wagete untuk meminta tandatangan soal penarikan pungutan tersebut. Namun kapolsek Wagete Iptu Petrus Ngarimbra menolak menandatangani. Bahkan dia menyobek surat yang dibawa para pemuda tersebut. Rekan Moses diluar mulai bertindak anarkis, seorang anggota TNI yang melintas sekitar jalan Polsek mendekat namun dia terkena pukulan para pemuda tersebut. Sebuah tembakan menewaskan Moses Oknum TNI masih dirahasiakan identitasnya   Kapendam XVII/ Trikora Mayor Caj GT Situmorang Penembakan Moses Dow Timika Tewas ditempat Kapendam XVII/ Trikora Mayor Caj GT Situmorang, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah - langkah  
25 Medan 14 maret 2006 Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan, Sumatera Utara, Kemarin menangkap tiga anggota TNI yang diduga merampas sepeda motor. Ketiga tersangka itu yakni Pratu Randa Haronius Halawa, Prada Budi dan Prada APRI anthoni. Penangkapan ketiga orang itu berawal dari laporan tiga pelajar karena sepeda motor milik mereka dirampas di Jalan MT Haryono, Medan  Pratu  Randa Haronius Halawa, Prada Budi dan Prada Apri Antoni      Perampasan sepeda motor tiga pelajar Jl MT Haryono Medan motor dirampas Kapoltabes Medan, Kombes Irawan Dahlan mengatakan "Kita akan telusuri apakah ini memang sindikat"  
26 Jakarta 5 maret 2006 terungkapnya penyelundupan ini berawal dari kecurigaan anggota Dit Lantas PMJ, Bripka Bambang Margono yang sedang berpatroli. Kecurigaanya timbul ketika memperhatikan mobil muatan penuh menuju tol cibubur Jakarta Timur. Merasa penasaran dia mendatangi mobil itu, namun mobil itu malah tancap gas melarikan diri. maka terjadilah kejar - kejaran di jalur tol tersebtu. Sekitar setengah jam kemudian atau tepatnya di dekat pintu tol pondok aren, Tangerang, Mobil tersangka terjebak macet. Dia pun tidak bisa memacu mobilnya. Akhirnya Polisi bisa menyusul dan membekuk pelaku. Saat digeledah ternyata jok belakang mobil kijang tersebut terdapat ganja kering sebanyak lima karung dengan jumlah 199 bal atau sekitar 200 kg. Menurut tafsiran polisi seharga 300 juta Baraka Efrizal Pasukan Khusus TNI AL Marinir Cilandak Marinir Cilandak Jakarta Selatan jual Ganja 200 kg       Di tangkap ditlantas Polda Metro Jaya  
27 Terminal Penumpang Nusantara Pura II Tanjung Priok 23 Juli 2006 Samuel berencana menyusupkan senjata tersebut ke Papua dengan berpura pura menjadi penumpang kapal. Sanuel Malo Anggota Kodam VIII (Prajurit Satu) Kodam VIII Kepemilikan 3 senjata api        Aparat Keamanan masih melakukan penyelidikan termasuk Ketua RT setempat dimintai keterangan Samuel Mako sudah tidak menjadi anggota TNI lagi sejak 1998 karena sudah dipecat dengan kasus Indisipliner
28 Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang. 19 Juli 2006 Tiga aparat TNI melakukan pemukullan terhadap wartawan radio Rasika ketika hendak meliput jatuhnya pesawat latih Cassa 212 di Semarang Kopral Syukron, Sersan Dua Zulham dan Serka M Komandan Regu Provost Lanud Ahmad Yani   Kodam IV Diponogoro Pemukulan Wartawan Jurnalis Radio rasika Muhammad Saechu (Alfian)       Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Ricardo Siagian menyampaikan permohonan maaf.
29 Bogor 25 Mei 2006   Sersan Satu Mm     Perampokan Syahrudin Warga Komplek IPB Bogor      
30 Manado Januari 2006   TNI AD   Markas Komando Resor Militer 131 Santiago Manado Pemukulan Wartawan          
31 Papua 21 Februari 2006 pada tgl 21Februari 2006 ketika masyarakat sedang melakukan pendulangan di kali kabur Wanamon Tiba tiba 1 kompi pasukan gabungan Tni melakukan sweeping dengan paksa dan kekerasan. Masyarakat pendulang dipukul dengan mengunakan popor senjata dan ada yg muntah darah. aparat yg merasa dilawan langsung melakukan penembakan TNI     Penembakan Melinus Tabuni, Yulian Murib, Leo Waker, Molinus, Jekson Magai        
32 Aceh Utara 3 Juli 2006 2 orang warga sipil di stop oleh TNI. Anggota Tni yang berjumlah lebih dari 3 orang langsung memukul mereka. Setelah dipukul mereka dibawa ke kompi dan dipukuli lagi. Tim AMM yang ingin meminta pelepasan warga sipil itu di tembak selama 2 menit. TNI   Kompi 113 Pemukulan dan Penembakan Muslem (32)   Tewas    
33 Bandung   Yuli ditangkap karena kecurigaan Badan Intelejen yang mengetahui sering bertemu Laksamana Ibrahim. Ibrahim adalah Ketua Yayasan Assunah meranggap anggota Litbang MMI Prajurit Satu TNI AD Yuli Harsono (29)     Menyimpan Mesiu       Dipecat dan dituntut 5 tahun penjara  
34 Pluit 21 Juli 2006 Pada tanggal 21 Juli 2006 Kendaraan Operasional FIN Logistic melaju di Jalan tol cengkareng Kapuk, yg di kendarai oleh Sdr Eko. Sdr Eko mengemudikan kendaraan dengan lambat yang mengakibatkan pelaku merasa dihalangi laju kendaraannnya. Karena pelaku tersinggung dan mengejar kendaraan Eko. Pelaku kemudian mengeluarkan pistol dan menembak bagian tengah kendaraan yang dikemudikan Eko. peluru tersebut mengenai Dadang yang duduk di kursi tengah, tertembak dibagian perut kanan dan menembus ke perut kiri. Kapten Batara Alex Pulo Kodam Brawijaya Balalyon 507 Yonif   Penembakan Dadang Sunandar   Dirawat di RS MMC Kuningan Pelaku dittangkap pada tgl 30 Juli 2006  
35 Gunung Sahari 4-Apr-06 Bermula korban dan temannnya menjemput teman wanita nya. Saat tiba di lokasi enam tentara yg sedang bersenda gurau tanpa sebab yg jelas ribut dengan mereka. TNI AL Anggota Ditpamvit PMJ   Pengeroyokan Taufik   Luka di wajah Anggota TNI AL yang melakukan pengeroyokan ditangani oleh POM AL  
36 Pasuruan   Tank anggota marinir menabrak warung warga Desa Akas Progo yg akhirnya warga marah dan memblokade jalan 2 arah. TNI AL     Kekerasan          
37 Jakarta Utara   Ditpam Obvit Polda dan Anggota TNI Al terlibat perkelahian yang awalnya Bripka Muhamad Taufik ditegur agar jangan berpacaran di pantai. Taufik lalu memukul Pindriansyah dengan senjata api ke pelipisnya. TNI AL dan Obvit Polda     Perkelahian       Kasus ini ditangani oleh Polrestro Jakarta Utara  
38 Gambir Apr-06 PT Kreta api menjaring 81 anggota TNI AL yang kedapatan tidak memiliki tiket KA kelas eksekutif Agrobromo TNI AL     Korupsi          
39 Jakarta  April Seorang anggota TNI AU ditangkap karena memiliki 1 paket putau seberat 2 gram Anggota TNI AL : Putu Sugiarta (35)     Narkotika          
40 Jakarta Selatan April Bocah 11 tahun jadi korban peluru nyasar anggota TNI. Bermula saat memutar balik mobulnya tiba tiba mobilnya disenggol motor. Pelaku langsung mencabut pistol FN 45.  TNI AD Serma Djoko Setyo (46)     Penembakan       Serma Joko Setyo ditahan di rumah Tahanan Militer Pomdan Jaya dan dijerat Pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara  
41 Jakarta Maret Mabes TNI menyidik Kolonel Aziz Ahmadi karena dugaan pemalsuan 2 surat sekretaris kabinet kepada Menteri Luar Negeri. anggota TNI Kolonel Aziz Ahmadi     Pemalsuan       Kasus ini telah diserahkan ke Puspom Abri  
42 Jakarta April 5 warga ditangkap karena terlibat peredaran narkoba. Dari ke 5 tersangka 1 diantaranya anggota Tni yaitu Serka Ia. 1 orang anggota TNI     Narkoba          
43 Palembang April Seorang anggota TNI menjalani pemeriksaan karena memiliki shabu shabu 12 paket siap edar 1 orang anggota TNI (48) Kodim 0418 Palembang   Narkoba          
44 Jakarta Mei Polda Metro menangkap perampok yang di otaki mantan 3 anggota TNI 3 orang Mantan TNI ES, IW dan MU dan 2 orang sipil     Perampokan          
45 Tangerang April Mantan TNI AD ditembak Polisi karena merampas ponsel mantan TNI AD Tukiman     Perampasan Tukiman        
46 Jakarta Mei 132 anggota TNI AD dipecat   Kodam III Siliwangi   Desersi, perizinaan dan narkoba          
47 Jakarta Mei Polsek Jakarta Timur menangkap 2 pelaku perampasan motor. Seorang diantaranya anggota TNI Sersan Dua M Rofiq     Perampasan          
48 Bogor Mei Anggota TNI melakukan malpraktik terhadap seorang warga Cicunjung Bogor.  Perwira menengah TNI AD     Malpraktik          
49 Jakarta Juni Penggelapan dana Tunjangan Wajib Perumahan prajurit Rp 100 milliar di lingkungan TNI AD Samuel Cristanto, Mayjen SM, Mayor Czi Ngadimin Darmo Sujono, Dedi Garna     Korupsi       Samuel Cristanto ditahan, Mayor Czi Ngadimin Ngadimin Darmo Sujono ditahan di Puspom TNI  
50 Jakarta Juni Seorang anggota TNI AD melakukan pencurian Sepeda Motor di daerah Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.       Pencurian Nurwan (45)     Kepolisian Sektor Ciracas membawa tersangka ke POM TNI  
51 Jakarta Juli Penyidik Polri melakukan penahanan terhadap tiga tersangka ilegal loging. Purnawirawan TNI, Mayjen Gusti Syaifuddin dan 2 orang pengusaha.     Illegal loging       Karena sampai saat ini kabur maka ia Dicekal untuk keluar negri dan menjadi DPO